Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan awal Asia, Rabu (4/11/2026). Kenaikan ini didorong meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak mentah melemah.
Investor juga mencermati hasil pemilihan sela Amerika Serikat (AS) serta data pasar tenaga kerja untuk memperoleh petunjuk arah kebijakan moneter.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$ 3.934,75 per ons troi pada pukul 00.24 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 menguat 0,1% ke level US$ 3.943,20 per ons troi.
Baca Juga: Pemilu Sela AS Memanas, Kendali Kongres Trump Terancam Direbut Demokrat
Harga minyak turun sekitar 1% pada Selasa (3/11/2026) dan menyentuh level terendah dalam hampir empat pekan.
Pasar mempertimbangkan peluang perundingan untuk mengakhiri perang di Ukraina dan Iran, di tengah kekhawatiran bahwa serangan terbaru dalam kedua konflik tersebut dapat mengganggu pasokan energi.
Kremlin mengonfirmasi bahwa Rusia akan menggelar perundingan damai tiga pihak bersama Ukraina dan Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 10–11 November 2026.
Sementara itu, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran dan Washington masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Qatar sebagai mediator terus meningkatkan upaya untuk menjembatani perbedaan kedua negara dan mencegah eskalasi kembali setelah pemilu sela AS.
Pelemahan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak perlu mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu terlalu lama.
Baca Juga: Trump Sebut Kesepakatan Dagang AS-Kanada Segera Tercapai, Kanada Masih Berhati-hati
Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Di sisi lain, investor mencermati hasil pemilu sela AS yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar keuangan. Pelaku pasar memperkirakan Partai Demokrat berpeluang mencatatkan hasil yang kuat dalam pemilu tersebut.
Meski demikian, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi perhatian. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 78% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2026.
Dari pasar fisik, permintaan emas India diperkirakan turun ke level terendah dalam enam tahun pada 2026. World Gold Council (WGC) menyebut, tingginya harga emas menekan penjualan perhiasan, sementara permintaan investasi juga mulai melambat.
Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak spot turun 0,2% menjadi US$ 49,67 per ons troi. Sebaliknya, platinum naik 0,3% ke US$ 1.422,15 per ons troi dan paladium menguat 0,5% menjadi US$ 938,49 per ons troi.
Baca Juga: Hasil Man United vs AS Roma 3-2: Bruno Fernandes dan Cunha Pimpin Comeback














