kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.192   7,00   0,04%
  • IDX 5.208   -58,10   -1,10%
  • KOMPAS100 674   -8,01   -1,17%
  • LQ45 529   -3,95   -0,74%
  • ISSI 176   -3,25   -1,82%
  • IDX30 297   -2,65   -0,88%
  • IDXHIDIV20 397   -2,94   -0,74%
  • IDX80 78   -0,93   -1,19%
  • IDXV30 110   -1,34   -1,20%
  • IDXQ30 100   -0,70   -0,69%

Harga Emas Dunia Naik Tipis Rabu (28/10), Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed


Rabu, 28 Oktober 2026 / 08:25 WIB
Harga Emas Dunia Naik Tipis Rabu (28/10), Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas (REUTERS/Arko Datta)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu (28/10/2026), setelah naik sekitar 1% pada sesi sebelumnya.

Investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 4.061,86 per ons troi pada pukul 00.36 GMT. Pada perdagangan Selasa (27/10), harga emas sempat menguat lebih dari 1% dan menyentuh level tertinggi harian US$ 4.065,55 per ons troi.

Baca Juga: Biaya Perang AS Melawan Iran Tembus US$ 47 Miliar, Naik 25% dari Estimasi Juli

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember bergerak stabil di US$ 4.075,60 per ons troi.

Pelaku pasar menantikan keputusan The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu pukul 18.00 GMT.

Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga, tetapi perhatian investor tertuju pada sinyal kebijakan berikutnya.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 84% untuk kenaikan suku bunga pada Desember.

Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dicermati investor emas. Pasalnya, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga berpotensi membatasi daya tarik logam mulia tersebut.

Baca Juga: Nikkei Jepang Melonjak 1,34% Rabu (28/10), Saham Chip Ikuti Reli Teknologi Wall St

Investor juga menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Kamis (29/10).

Indikator ini menjadi salah satu acuan penting The Fed dalam memantau inflasi, dengan target inflasi sebesar 2%.

Di sisi lain, tekanan inflasi global masih menjadi perhatian. Dalam jajak pendapat Reuters terhadap ratusan ekonom, mayoritas pandangan menunjukkan inflasi global berpotensi bertahan tinggi hingga tahun depan.

Kekhawatiran meningkat bahwa tekanan harga akan semakin menetap, tidak hanya dipicu kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah.

Risiko geopolitik juga kembali menjadi sorotan setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran pada Selasa mengklaim telah menyerang kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi menggunakan rudal balistik. Kilang tersebut merupakan yang terbesar di negara itu.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi Dua Pekan Rabu (28/10), Menanti Sinyal The Fed

Perkembangan tersebut menambah ketidakpastian terhadap pasokan energi dan prospek inflasi global, yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter serta pergerakan harga emas.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak spot naik 0,1% menjadi US$ 54,38 per ons troi. Sebaliknya, platinum turun 0,2% menjadi US$ 1.537,58 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,5% menjadi US$ 1.031,42 per ons troi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×