Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu (29/7/2026), didukung aksi beli teknikal ketika investor bersiap menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada hari ini.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,22% menjadi US$ 4.036,09 per ons troi pada pukul 09.08 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus bergerak stabil di US$ 4.037,30 per ons troi.
Baca Juga: Bursa Saham Negara Berkembang Tertekan Rabu (29/7), Jelang Keputusan The Fed
"Emas bertahan menguat hari ini berkat aksi beli saat harga terkoreksi di sekitar level psikologis US$ 4.000 per ons, prospek jalur diplomatik antara AS dan Iran, serta ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga," ujar Nikos Tzabouras, Senior Market Analyst di Tradu.com yang dimiliki Jefferies.
The Fed dijadwalkan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneternya pada pukul 18.00 GMT, disusul konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh pada pukul 18.30 GMT.
Pelaku pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga.
Meski demikian, berdasarkan CME FedWatch Tool, sekitar 31% pelaku pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kali ini.
Menurut Tzabouras, pengumuman kebijakan dan konferensi pers Ketua The Fed berpotensi memicu volatilitas yang tinggi di pasar.
Baca Juga: Perang Timur Tengah Berkobar Lagi, AS-Arab Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak
"Jika The Fed memberikan sinyal hawkish, harga emas berpeluang kembali menguji level terendah tahun 2026 di sekitar US$ 3.941 per ons. Sebaliknya, jika pernyataannya cenderung dovish, emas berpotensi melanjutkan pemulihan hingga menembus US$ 4.100 per ons," katanya.
Untuk pertemuan September, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai sekitar 77%.
Meski emas kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia tersebut umumnya berada di bawah tekanan ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil seperti aset berbunga.
Selain The Fed, Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pekan ini, sembari tetap mewaspadai tekanan inflasi yang meningkat.
Baca Juga: Iran Tolak Usulan Pengelolaan Bersama Selat Hormuz, Terobosan Diplomatik Memudar
Sementara itu, Commerzbank pada Selasa (28/7) menurunkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$ 4.500 per ons troi. Bank tersebut juga memperkirakan harga perak akan mencapai US$ 67 per ons troi pada akhir tahun.
Dari sisi geopolitik, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh keputusan Iran yang menolak usulan Oman mengenai pengelolaan bersama Selat Hormuz. Penolakan tersebut mengurangi harapan tercapainya penyelesaian konflik di kawasan.
Di saat yang sama, harga minyak melonjak hampir US$ 3 per barel setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan bersama terhadap kelompok yang didukung Iran di Irak.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,3% menjadi US$ 57,86 per ons troi, sedangkan platinum turun 0,9% menjadi US$ 1.591,33 per ons troi dan paladium melemah 0,7% menjadi US$ 1.260,25 per ons troi.














