Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - PARIS. Serikat pekerja Prancis CGT mengecam CEO perusahaan utilitas nuklir EDF, Bernard Fontana, setelah bertemu dengan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen dan Sarah Knafo.
CGT menyebut penerimaan resmi terhadap perwakilan partai sayap kanan oleh manajemen EDF tidak dapat dianggap sebagai tindakan yang netral. Kritik tersebut disampaikan CGT melalui surat terbuka kepada Fontana.
"Ini tidak dapat dianggap sebagai tindakan yang netral atau tidak berarti," kata CGT dalam surat terbukanya kepada Fontana.
Le Pen menjadi salah satu tokoh yang menonjol dalam jajak pendapat menjelang pemilihan presiden Prancis tahun depan.
Baca Juga: Mengenal Abelardo De La Espriella, Presiden Baru Kolombia Berhaluan Kanan
Dalam beberapa tahun terakhir, ia berupaya memperluas basis dukungan partainya sekaligus menjauhkan citra National Rally (RN) dari tuduhan rasisme.
Selama bertahun-tahun, perusahaan-perusahaan papan atas Prancis cenderung menghindari kontak dengan RN. Namun, perubahan lanskap politik membuat sebagian kalangan bisnis mulai berupaya memahami agenda ekonomi populis partai tersebut.
Le Pen juga mulai membangun hubungan dengan kalangan pengusaha. Pada April lalu, ia menggelar makan malam informal dengan sejumlah pemimpin bisnis untuk membahas berbagai isu secara tertutup.
EDF belum memberikan tanggapan atas kritik CGT ketika Reuters meminta komentar.
Kritik CGT muncul sehari setelah Wakil Ketua RN Jordan Bardella mengatakan telah mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap situs investigasi Mediapart.
Baca Juga: Mengenal Sosok Sergio Ermotti, CEO UBS yang Incar Ekspansi Besar di AS
Gugatan itu terkait laporan yang menuduh Bardella pernah membuat pernyataan antisemit dalam pesan pribadi lebih dari satu dekade lalu.
Bardella membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk "mengacaukan" kampanye menjelang pemilihan presiden.














