Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penyerapan tenaga kerja Amerika Serikat di sektor swasta melambat. Bureau of Labor Statistics Amerika Serikat mengumumkan penyerapan tenaga kerja swasta di luar sektor pertanian, atawa non farm payroll periode Juni cuma mencapai 57.000.
Konsensus proyeksi ekonom memang sudah memprediksi akan terjadi perlambatan. Tapi, konsensus ekonom masih memprediksi penyerapan mencapai 114.000. Di Mei, penyerapan mencapai 129.000. Ini juga turun dibanding April yang sebesar 179.000.
Di sisi lain, AS juga mencatat tingkat pengangguran di Juni turun menjadi 4,2% dari 4,3% di bulan sebelumnya. Konsensus proyeksi analis memprediksi tingkat pengangguran bertahan di 4,3%.
Baca Juga: Prancis Berjuang Padamkan Kebakaran Hutan Usai Gelombang Panas Ekstrem
Hanya saja, penurunan tingkat pengangguran tersebut terjadi lantaran ada 720.000 pekerja sudah tidak lagi berstatus angkatan kerja. Alhasil, tingkat partisipasi turun ke level terendah sejak Maret 2021, menjadi 61,5%.
Jumlah pengangguran jangka panjang, yakni orang-orang yang menganggur selama 27 minggu atau lebih, sedikit berubah mencapai 1,9 juta pada Juni. Secara tahunan, jumlahnya meningkat sebesar 286.000. Pengangguran jangka panjang mencakup 27,3% dari seluruh orang yang menganggur pada Juni.
Sejumlah ekonom menilai perlambatan pertumbuhan lapangan kerja mungkin merupakan reaksi tertunda terhadap perang di Timur Tengah. "Para pembuat kebijakan di The Fed belum mengartikulasikan fungsi reaksi mereka, tetapi jelas mereka tidak akan menyukai laporan ketenagakerjaan ini," kata Christopher Rupkey, Kepala Ekonom FWDBONDS, dikutip Reuters, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: WHO Menyatakan Wabah Hantavirus Terkait Kapal Pesiar Telah Berakhir
Sektor jasa profesional dan bisnis memimpin peningkatan lapangan kerja bulan lalu, dengan penambahan 36.000 posisi. Pekerjaan di bidang bantuan sosial meningkat 25.000, sementara jumlah tenaga kerja di bidang kesehatan naik 22.000, di bawah rata-rata kenaikan bulanan sebesar 38.000 selama tahun lalu.
Pekerjaan di sektor rekreasi dan perhotelan turun 61.000, meskipun ada harapan bahwa turnamen Piala Dunia FIFA akan meningkatkan perekrutan.
Para ekonom memperkirakan ekonomi perlu menciptakan antara nol dan 50.000 pekerjaan per bulan untuk mengimbangi pertumbuhan populasi usia kerja. Tingkat impas yang disebut-sebut telah turun karena penindakan imigrasi yang telah mengurangi angkatan kerja, sehingga menjaga tingkat pengangguran tetap rendah.
Baca Juga: NATO Bakal Ganti Armada AWACS dengan Saab GlobalEye
Tingkat PHK yang sangat rendah merupakan pendorong utama peningkatan jumlah tenaga kerja. Meskipun menghadapi ketidakpastian akibat penerapan tarif impor serta konflik Timur Tengah, perusahaan enggan memberhentikan pekerja. Alasannya, perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja pasca pandemi Covid-19.














