kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Lowongan Kerja AS Anjlok di November 2025, Sinyal Pelemahan Pasar Tenaga Kerja


Rabu, 07 Januari 2026 / 22:54 WIB
Lowongan Kerja AS Anjlok di November 2025, Sinyal Pelemahan Pasar Tenaga Kerja
ILUSTRASI. Data Pekerjaan Amerika Serikat (AS) (REUTERS/Robert Galbraith)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Jumlah lowongan kerja di Amerika Serikat (AS) turun lebih besar dari perkiraan pada November, sementara aktivitas perekrutan juga melemah.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa permintaan tenaga kerja terus menurun di tengah ketidakpastian ekonomi.

Jumlah lowongan kerja sebagai indikator permintaan tenaga kerja turun 303.000 posisi menjadi 7,146 juta pada akhir November, menurut Bureau of Labor Statistics (BLS) dalam laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang dirilis Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Payroll Swasta AS Naik Tipis di Desember 2025, di Bawah Ekspektasi

Data Oktober direvisi turun menjadi 7,449 juta lowongan, dari sebelumnya dilaporkan 7,670 juta. Sementara itu, ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan jumlah lowongan kerja berada di level 7,60 juta.

Aktivitas perekrutan juga melemah. Jumlah pekerja yang direkrut turun 253.000 posisi menjadi 5,115 juta pada November.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan lapangan kerja yang lesu, meskipun pertumbuhan ekonomi AS tercatat kuat pada kuartal III.

Para ekonom menilai ketidakpastian kebijakan, terutama yang berkaitan dengan tarif impor, membuat pelaku usaha enggan menambah jumlah tenaga kerja.

Kondisi tersebut memicu apa yang disebut sebagai ekspansi ekonomi tanpa penciptaan lapangan kerja (jobless economic expansion).

Selain itu, sebagian perusahaan mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sejumlah fungsi pekerjaan, yang turut menekan kebutuhan tenaga kerja.

Baca Juga: AS Berupaya Sita Kapal Tanker Venezuela Berbedera Rusia

Sejumlah ekonom berpendapat bahwa pasar tenaga kerja AS kini menghadapi tantangan struktural, bukan sekadar pelemahan siklus ekonomi.

BLS diperkirakan akan melaporkan pada Jumat bahwa nonfarm payrolls meningkat 60.000 orang pada Desember, setelah bertambah 64.000 orang pada November, berdasarkan survei Reuters terhadap para ekonom.

Perhatian pasar diperkirakan akan tertuju pada tingkat pengangguran untuk mendapatkan petunjuk terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter dalam jangka pendek.

Tingkat pengangguran diproyeksikan turun menjadi 4,5% pada Desember, setelah naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yakni 4,6% pada November.

Tingkat pengangguran November sebagian terdistorsi oleh penutupan sebagian pemerintahan federal AS selama 43 hari, yang juga menghambat pengumpulan data rumah tangga untuk Oktober.

Data tingkat pengangguran Oktober bahkan tidak dipublikasikan, untuk pertama kalinya sejak pemerintah AS mulai mencatat seri data tersebut pada 1948.

Selanjutnya: IHSG Melanjutkan Reli, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing, Rabu (7/1)

Menarik Dibaca: 6 Bahaya Duduk Terlalu Lama Menurut Dokter yang Penting Diketahui




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×