Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan kenaikan pada Desember, namun realisasinya lebih rendah dari perkiraan pasar.
Hal tersebut tercermin dalam laporan ketenagakerjaan nasional yang dirilis ADP pada Rabu (7/1/2026).
Jumlah tenaga kerja swasta bertambah 41.000 orang pada Desember, setelah pada November mencatat penurunan yang direvisi menjadi 29.000 orang.
Baca Juga: AS Berupaya Sita Kapal Tanker Venezuela Berbedera Rusia
Sebelumnya, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan penambahan lapangan kerja swasta mencapai 47.000 orang, setelah laporan awal menunjukkan penurunan 32.000 orang pada November.
Laporan ADP dikembangkan bersama Stanford Digital Economy Lab dan dirilis menjelang laporan ketenagakerjaan bulanan yang lebih komprehensif dari Bureau of Labor Statistics (BLS), yang dijadwalkan terbit pada Jumat.
Secara historis, estimasi bulanan ADP kerap berbeda dengan data ketenagakerjaan pemerintah.
Meski pertumbuhan lapangan kerja telah melambat signifikan seiring melemahnya permintaan tenaga kerja, tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) masih relatif rendah dibandingkan standar historis.
Baca Juga: Spekulasi Gandeng Nvidia, Saham Hyundai Terbang 15%
Para ekonom menilai ketidakpastian kebijakan, terutama terkait tarif impor, membuat dunia usaha enggan menambah jumlah pekerja.
Selain itu, sebagian perusahaan mulai mengintegrasikan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam beberapa fungsi kerja, sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja.
Dalam survei Reuters, para ekonom memperkirakan penambahan tenaga kerja swasta sebesar 64.000 orang pada Desember, setelah naik 69.000 orang pada November.
Dengan potensi berlanjutnya pengurangan pegawai pemerintah, total nonfarm payrolls diperkirakan meningkat 60.000 orang pada Desember, setelah bertambah 64.000 orang pada bulan sebelumnya.
Namun, perhatian pasar diperkirakan akan tertuju pada tingkat pengangguran, yang diproyeksikan turun menjadi 4,5% setelah melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yakni 4,6% pada November.
Baca Juga: Bidik Lukoil, Chevron Berkongsi Dengan Quantum
Tingkat pengangguran November sebagian terdistorsi oleh penutupan sebagian pemerintahan federal selama 43 hari, yang juga menghambat pengumpulan data rumah tangga untuk Oktober.
Data tingkat pengangguran Oktober bahkan tidak dipublikasikan, untuk pertama kalinya sejak pemerintah AS mulai mencatat seri data tersebut pada 1948.













