Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Saham Hyundai Motor mencetak rekor tertinggi setelah melonjak hingga hampir 15% dalam perdagangan Rabu (7/1). Kinerja saham produsen otomotif Korea Selatan itu jauh melampaui penguatan indeks acuan KOSPI yang hanya naik sekitar 1,2%, di tengah menguatnya spekulasi pasar mengenai potensi pendalaman kerja sama dengan raksasa chip Amerika Serikat, Nvidia.
Lonjakan harga saham ini terjadi tak lama setelah Hyundai memamerkan rencana penggunaan robot humanoid Atlas di pabrik-pabriknya pada ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas.
Dalam laporan Reuters (7/1), analis Kiwoom Securities Shin Yoon-chul menilai, rencana produksi robot Atlas yang baru ditargetkan sekitar 30.000 unit hingga 2028, serta fakta bahwa produk tersebut masih sebatas purwarupa statis, seharusnya belum memberi justifikasi fundamental yang besar terhadap lonjakan valuasi saham Hyundai.
Baca Juga: Bidik Lukoil, Chevron Berkongsi Dengan Quantum
Menurut Shin, pasar justru lebih fokus pada sinyal geopolitik dan strategis di balik pertemuan Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, di sela-sela CES. Pertemuan tersebut memicu spekulasi bahwa kemitraan kedua pihak bisa meluas melampaui hubungan pemasok chip semata.
Investor mulai memperhitungkan kemungkinan Nvidia akan memperdalam keterlibatannya di ekosistem Hyundai Motor Group, termasuk melalui investasi langsung di perusahaan-perusahaan afiliasi. Jika skenario ini terwujud, pasar menilai masih ada ruang kenaikan lanjutan bagi saham Hyundai Motor maupun entitas grup lainnya.
Euforia pasar ini sekaligus mencerminkan betapa sensitifnya valuasi emiten otomotif dan teknologi terhadap narasi kolaborasi strategis di sektor kecerdasan buatan dan otomasi industri, yang kini menjadi medan persaingan baru antara raksasa teknologi global.
Baca Juga: Grab akuisisi Infermove, robot AI perkuat layanan logistik













