kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.930   28,00   0,17%
  • IDX 7.597   -343,19   -4,32%
  • KOMPAS100 1.058   -53,21   -4,79%
  • LQ45 772   -33,74   -4,19%
  • ISSI 269   -14,36   -5,07%
  • IDX30 410   -16,74   -3,92%
  • IDXHIDIV20 502   -16,83   -3,24%
  • IDX80 119   -5,83   -4,68%
  • IDXV30 136   -5,17   -3,67%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,64%

Won Korea Selatan Tembus 1.500 per Dolar, Pasar Saham Kembali Tertekan


Rabu, 04 Maret 2026 / 09:53 WIB
Won Korea Selatan Tembus 1.500 per Dolar, Pasar Saham Kembali Tertekan


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang won Korea Selatan melemah melewati batas psikologis 1.500 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam 17 tahun pada Rabu (4/3/2026), menekan pasar saham secara tajam.

Seiring melebar konflik di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran bagi negara pengimpor minyak terbesar keempat di dunia ini.

Selama perdagangan malam, won sempat menembus level 1.500, mencapai titik terlemah sejak Maret 2009 di 1.505,8, sebelum ditutup melemah 3,1% menjadi 1.485,7 per dolar. Pada perdagangan pagi di Asia, won sempat menguat tipis 0,9% ke 1.472,0.

Baca Juga: Rupiah dan Dolar Taiwan Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia pada Rabu (4/3/2026)

Ekonom BNY Mellon mencatat, “Fokus pasar semalam adalah pada Korea Selatan dan kelemahan KOSPI terkait ketergantungan energi negara ini pada pasokan dari Teluk.” Sekitar 70% impor minyak Korea Selatan berasal dari Timur Tengah.

Indeks KOSPI tercatat turun 193,19 poin atau 3,34% ke level 5.598,72, setelah sempat jatuh lebih dari 6% pada sesi sebelumnya, memicu mekanisme “sidecar” untuk hari kedua berturut-turut.

Pada hari Selasa, KOSPI mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak Agustus 2024, turun 7,24%, karena investor asing melepas saham di tengah koreksi pasar pasca reli saham teknologi berbasis AI yang kuat.

Lee Sung-hoon, analis di Kiwoom Securities, mengatakan, “Pergerakan ini terjadi dua arah: nilai tukar naik karena asing menjual saham, dan naiknya nilai tukar di tengah sentimen risk-off kembali memicu arus keluar investor asing.”

Serangan udara Israel dan AS di Iran pada Selasa memicu serangan balasan oleh Iran di Teluk, memperluas konflik hingga Lebanon, mengguncang pasar global, dan mendorong harga minyak naik tajam.

Baca Juga: Aktivitas Non-Manufaktur China Masih Lesu, PMI Februari Catat Kontraksi

Bank of Korea menyatakan akan memantau ketat jika nilai tukar won dan imbal hasil obligasi menyimpang berlebihan dari fundamental domestik, dan berjanji menindak perilaku herd-like di pasar.

Sejak akhir tahun lalu, otoritas Korea Selatan telah menerapkan berbagai langkah stabilisasi pasar valuta.

Presiden Lee Jae Myung sebelumnya mengatakan, won diperkirakan akan menguat menuju level 1.400 dalam satu atau dua bulan mendatang.

Pada perdagangan Rabu pagi, dari total 925 saham yang diperdagangkan, hanya 30 saham menguat, sementara 889 saham melemah.

Saham-saham besar seperti Samsung Electronics dan Hyundai Motor turun masing-masing 2,20% dan 3,53%.

Investor asing tercatat menjual bersih saham senilai 370 miliar won (US$250,46 juta), memperpanjang aksi jual mereka selama 10 hari berturut-turut.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×