kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   6.000   0,20%
  • USD/IDR 16.807   24,00   0,14%
  • IDX 8.220   -15,16   -0,18%
  • KOMPAS100 1.155   -3,11   -0,27%
  • LQ45 832   -5,45   -0,65%
  • ISSI 293   -0,02   -0,01%
  • IDX30 440   -3,41   -0,77%
  • IDXHIDIV20 528   -5,80   -1,09%
  • IDX80 129   -0,62   -0,48%
  • IDXV30 143   -0,98   -0,68%
  • IDXQ30 142   -1,39   -0,97%

Won Korea Selatan dan Rupiah Paling Lesu di Tengah Pergerakan Datar Mata Uang Asia


Jumat, 06 Februari 2026 / 09:33 WIB
Won Korea Selatan dan Rupiah Paling Lesu di Tengah Pergerakan Datar Mata Uang Asia
ILUSTRASI. Won Korea (REUTERS/Kim Hong-ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar won Korea Selatan dan rupiah Indonesia menjadi yang paling tertekan di kawasan Asia pada Jumat (6/2/2026), di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung lesu terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir data Reuters pukul 02.10 GMT, won Korea Selatan tercatat melemah 0,40% ke level 1.469,6 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.463,7.

Rupiah Indonesia juga turun 0,36% ke posisi 16.885 per dolar AS, dari sebelumnya 16.825.

Baca Juga: TEPCO Akan Mulai Ulang Reaktor Nuklir Kashiwazaki-Kariwa pada 9 Februari

Sebagian besar mata uang Asia lainnya bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah tipis atau menguat ringan.

Yen Jepang menguat 0,17% ke 156,76 per dolar AS, sementara dolar Singapura naik 0,11% ke 1,274. Peso Filipina menguat 0,21%, dan baht Thailand naik 0,19%.

Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,07%, yuan China turun 0,06%, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,15% terhadap dolar AS. Rupee India relatif stabil di level 90,355 per dolar AS.

Secara year to date hingga awal 2026, won Korea Selatan masih mencatat pelemahan terdalam di antara mata uang Asia yang tercantum, yakni sekitar 2,05% dibandingkan posisi akhir 2025. Rupiah Indonesia juga telah melemah sekitar 1,27% sejak akhir tahun lalu.

Baca Juga: Uber Diperintahkan Bayar US$8,5 Juta dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pengemudi

Sebaliknya, ringgit Malaysia justru menguat paling signifikan secara tahunan dengan kenaikan sekitar 2,68%, diikuti dolar Singapura yang menguat 0,93% dan yuan China yang naik 0,68%.

Pergerakan mata uang Asia yang relatif datar ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar global, di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta meningkatnya volatilitas di pasar saham dan aset berisiko.

Selanjutnya: BI: Perubahan Outlook Moody’s Karena Risiko Kebijakan, Bukan Pelemahan Ekonomi

Menarik Dibaca: Diskon 50% CFC Hebat, Promo Paket Ayam Favorit Mulai Rp 26 Ribuan Saja




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×