kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.020   45,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Won Korea Selatan dan Rupiah Paling Lesu di Tengah Pergerakan Datar Mata Uang Asia


Jumat, 06 Februari 2026 / 09:33 WIB
Won Korea Selatan dan Rupiah Paling Lesu di Tengah Pergerakan Datar Mata Uang Asia
ILUSTRASI. Won Korea (REUTERS/Kim Hong-ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar won Korea Selatan dan rupiah Indonesia menjadi yang paling tertekan di kawasan Asia pada Jumat (6/2/2026), di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung lesu terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir data Reuters pukul 02.10 GMT, won Korea Selatan tercatat melemah 0,40% ke level 1.469,6 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.463,7.

Rupiah Indonesia juga turun 0,36% ke posisi 16.885 per dolar AS, dari sebelumnya 16.825.

Baca Juga: TEPCO Akan Mulai Ulang Reaktor Nuklir Kashiwazaki-Kariwa pada 9 Februari

Sebagian besar mata uang Asia lainnya bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah tipis atau menguat ringan.

Yen Jepang menguat 0,17% ke 156,76 per dolar AS, sementara dolar Singapura naik 0,11% ke 1,274. Peso Filipina menguat 0,21%, dan baht Thailand naik 0,19%.

Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,07%, yuan China turun 0,06%, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,15% terhadap dolar AS. Rupee India relatif stabil di level 90,355 per dolar AS.

Secara year to date hingga awal 2026, won Korea Selatan masih mencatat pelemahan terdalam di antara mata uang Asia yang tercantum, yakni sekitar 2,05% dibandingkan posisi akhir 2025. Rupiah Indonesia juga telah melemah sekitar 1,27% sejak akhir tahun lalu.

Baca Juga: Uber Diperintahkan Bayar US$8,5 Juta dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pengemudi

Sebaliknya, ringgit Malaysia justru menguat paling signifikan secara tahunan dengan kenaikan sekitar 2,68%, diikuti dolar Singapura yang menguat 0,93% dan yuan China yang naik 0,68%.

Pergerakan mata uang Asia yang relatif datar ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar global, di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta meningkatnya volatilitas di pasar saham dan aset berisiko.

Selanjutnya: BI: Perubahan Outlook Moody’s Karena Risiko Kebijakan, Bukan Pelemahan Ekonomi

Menarik Dibaca: Diskon 50% CFC Hebat, Promo Paket Ayam Favorit Mulai Rp 26 Ribuan Saja




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×