kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

IATA: Konflik Timur Tengah Dorong Harga Tiket Pesawat Naik Tajam


Kamis, 19 Maret 2026 / 20:31 WIB
IATA: Konflik Timur Tengah Dorong Harga Tiket Pesawat Naik Tajam
ILUSTRASI. Tiket.com: Tiket Pesawat Meningkat 50% dan Kereta Api 56% Jelang Lebaran 2026 (Dok/Tiket.com)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Kepala International Air Transport Association alias Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Willie Walsh, memperingatkan melebar konflik di Timur Tengah akan mendorong naiknya harga tiket pesawat dan tidak akan ada pihak yang diuntungkan. Pernyataan ini disampaikannya pada Kamis di sela-sela acara maskapai di Brussel.

Walsh menyebut serangan terhadap fasilitas minyak di Teluk telah mendorong harga minyak mentah melampaui US$ 100 per barel, mengguncang pasar penerbangan. Sementara itu, ancaman rudal dan drone mengganggu lalu lintas udara di hub transportasi penting Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus US$ 119 per Barel, Efek Serangan Iran ke Qatar Energy

“Tidak ada yang menang dalam situasi ini. Dampaknya akan dirasakan semua pihak. Ada bahan bakar jet dari Timur Tengah yang dikirim ke Amerika Utara, ada juga yang ke Asia,” kata Walsh dalam wawancara eksklusif dengan Reuters.

Walsh menambahkan, permintaan penerbangan global masih kuat untuk saat ini, tetapi maskapai bisa mengurangi kapasitas jika konflik berkepanjangan dan menimbulkan kekurangan pasokan bahan bakar jet.

Meski demikian, Walsh memastikan maskapai tetap menerima pengiriman pesawat hemat bahan bakar sesuai rencana. “Saya tidak tahu ada yang menunda atau memperlambat pengiriman,” ujarnya.

Dalam skenario terburuk, Walsh mengatakan industri penerbangan harus menilai kembali strategi jika konflik terus berlanjut. “Itu akan menjadi perubahan struktural. Kami harus melihat bagaimana industri mendistribusikan kapasitas dan bagaimana melindungi diri dari masalah pasokan bahan bakar,” tambahnya.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×