kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tentara Korut Lewati Garis Demarkasi: Korea Selatan Lepaskan Tembakan Peringatan


Minggu, 16 Agustus 2026 / 11:20 WIB
Tentara Korut Lewati Garis Demarkasi: Korea Selatan Lepaskan Tembakan Peringatan
ILUSTRASI. Militer Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan usai tentara Korea Utara melanggar garis demarkasi militer pada pekan lalu (YONHAP/via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat. Ini terjadi setelah Militer Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan usai tentara Korea Utara melanggar garis demarkasi militer pada pekan lalu. Tembakan tersebut dilakukan agar para tentara Korea Utara untuk kembali, lapor kantor berita Yonhap seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2026).

Berdasarkan sumber yang tidak disebutkan namanya, Yonhap mengatakan, beberapa tentara Korea Utara melintasi garis demarkasi militer atau military demarcation line (MDL) di wilayah timur zona demiliterisasi. Ini merupakan pelanggaran MDL pertama yang dilakukan oleh militer Korea Utara tahun ini.

Para tentara kemungkinan sedang berpatroli di daerah tersebut ketika mereka melintasi Garis Deklarasi Multilateral (MDL), dan tidak ada aktivitas tidak biasa lainnya yang dilaporkan setelah tentara Korea Utara kembali, kata Yonhap.

Baca Juga: Jeff Bezos Incar Saham Liverpool, Simak Profil Pemilik The Reds Saat Ini

Kedutaan Besar Korea Utara di Singapura tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pasukan Korea Utara melanggar MDL sebanyak 17 kali tahun lalu, kata kantor berita tersebut.

Korea Selatan dan Korea Utara secara teknis masih dalam keadaan perang setelah perang 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.




TERBARU

[X]
×