Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melonjak hampir 8% pada perdagangan Jumat (12/6/2026), didorong optimisme pasar atas peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, indeks acuan KOSPI melesat 620,10 poin atau 7,99% menjadi 8.384,05 pada pukul 01.08 GMT.
Secara mingguan, indeks tersebut masih mencatat kenaikan 2,6% setelah terkoreksi 3,7% pada pekan sebelumnya.
Baca Juga: Trump Kejar Kemenangan Politik Baru Lewat Pembatalan Impeachment
Pergerakan pasar Korea Selatan berlangsung sangat volatil sepanjang pekan ini.
Otoritas bursa bahkan beberapa kali mengaktifkan mekanisme pengendalian perdagangan (sidecar), termasuk pada Jumat, serta sempat memberlakukan circuit breaker awal pekan ini untuk ketiga kalinya sepanjang tahun 2026 dan kesembilan kali dalam sejarah pasar saham Korea Selatan.
Sentimen positif datang setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa AS dan Iran berpotensi menandatangani kesepakatan damai paling cepat akhir pekan ini yang memungkinkan dibukanya kembali jalur pelayaran melalui Strait of Hormuz.
Meski demikian, Iran menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final terkait kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Penurunan Mingguan Jumat (12/6), Pasar Cemas Suku Bunga AS
Saham-saham teknologi menjadi motor utama penguatan pasar. Saham Samsung Electronics melonjak 12,21%, sementara SK Hynix naik 8,85%.
Di sektor baterai kendaraan listrik, saham LG Energy Solution menguat 6,11%.
Sementara itu, saham produsen otomotif Hyundai Motor Company naik 6,03% dan Kia Corporation bertambah 4,81%.
Saham POSCO Holdings menguat 6,84%, sedangkan Samsung Biologics naik 1,01%.
Dari total 918 saham yang diperdagangkan, sebanyak 797 saham menguat dan hanya 102 saham melemah.
Baca Juga: Dolar Tertahan Jumat (12/6), Pasar Sambut Positif Peluang Damai AS-Iran
Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih saham senilai 979,4 miliar won atau sekitar US$ 645 juta, menunjukkan kembalinya minat terhadap aset berisiko di tengah meredanya kekhawatiran geopolitik.
Di pasar valuta asing, won Korea menguat 0,9% ke level 1.518 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.531,6 per dolar AS.
Sementara itu, pasar obligasi juga menguat. Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun turun 7,3 basis poin menjadi 3,833%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun turun 6,7 basis poin menjadi 4,223%.













