kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.900   18,00   0,10%
  • IDX 6.289   -84,45   -1,32%
  • KOMPAS100 822   -14,08   -1,69%
  • LQ45 625   -9,23   -1,46%
  • ISSI 217   -2,83   -1,28%
  • IDX30 349   -5,07   -1,43%
  • IDXHIDIV20 425   -4,25   -0,99%
  • IDX80 94   -1,56   -1,63%
  • IDXV30 117   -1,01   -0,85%
  • IDXQ30 111   -1,31   -1,17%

Inflasi Grosir Jepang Melonjak, Peluang Kenaikan Suku Bunga BOJ September Menguat


Kamis, 13 Agustus 2026 / 08:38 WIB
Inflasi Grosir Jepang Melonjak, Peluang Kenaikan Suku Bunga BOJ September Menguat
ILUSTRASI. Forex - Yen Jepang (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Inflasi harga grosir Jepang kembali meningkat pada Juli 2026, memperkuat indikasi bahwa tekanan harga semakin meluas.

Kondisi ini sekaligus meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga pada September mendatang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Kamis (13/8) Pagi, Brent ke US$87,69 dan WTI ke US$81,97

Melansir Reuters, Data BOJ yang dirilis Kamis (13/8/2026) menunjukkan indeks harga produsen (PPI) Jepang naik 7,2% secara tahunan pada Juli.

Angka tersebut sedikit melambat dari kenaikan 7,3% pada Juni yang telah direvisi, tetapi masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,4%.

Secara bulanan, indeks tersebut naik tipis 0,1% pada Juli, setelah meningkat 0,5% pada Juni berdasarkan revisi data.

Data inflasi grosir tersebut muncul setelah sinyal yang semakin hawkish dari BOJ. Dalam rangkuman pandangan anggota dewan pada pertemuan Juli, sejumlah pejabat menyerukan percepatan kenaikan suku bunga untuk menghadapi risiko inflasi.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Kamis (13/8) Pagi, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda

Pelemahan Yen Dorong Biaya Impor

Tekanan harga juga terlihat dari indeks harga impor berbasis yen yang meningkat 29,1% secara tahunan pada Juli.

Meski demikian, kenaikan tersebut sedikit melambat dibandingkan lonjakan 30,1% pada Juni setelah revisi.

Kenaikan harga impor menunjukkan bahwa pelemahan yen masih meningkatkan biaya barang impor dan berpotensi mendorong tekanan inflasi yang lebih luas di perekonomian Jepang.

Baca Juga: Trump Izinkan Penggunaan Perangkat Siber untuk Lawan Organisasi Kriminal

BOJ mempertahankan kebijakan moneternya pada pertemuan Juli. Namun, bank sentral Jepang untuk pertama kalinya memperingatkan bahwa inflasi yang mendasari dapat melampaui targetnya.

BOJ juga menyatakan bahwa pembahasan kebijakan selanjutnya akan berfokus pada risiko kenaikan harga.

Sinyal tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan paling cepat pada September 2026.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×