Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pasar saham Korea Selatan merosot tajam pada perdagangan Jumat (6/2/2026), mengikuti kejatuhan saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Wall Street semalam.
Indeks acuan KOSPI jatuh hampir 4% dan berada di jalur mencatat penurunan mingguan terbesar dalam sekitar 15 bulan terakhir.
Indeks KOSPI turun 197,75 poin atau 3,83% ke level 4.965,82 pada pukul 01.27 GMT. Sebelumnya dalam sesi perdagangan, bursa sempat mengaktifkan mekanisme pembatasan perdagangan sidecar setelah kontrak berjangka KOSPI anjlok lebih dari 5%.
Baca Juga: Trump Perkenalkan TrumpRx, Akses Obat Resep Diskon bagi Warga AS
Sepanjang pekan ini, KOSPI telah melemah sekitar 4,8% setelah sebelumnya mencatat reli selama enam pekan berturut-turut.
Penurunan tersebut berpotensi menjadi yang terdalam sejak pertengahan November 2024.
Tekanan di pasar saham Korea Selatan sejalan dengan kinerja Wall Street yang berakhir melemah tajam pada Kamis.
Indeks Nasdaq terseret ke level terendah sejak November, dipicu aksi jual saham-saham teknologi berkapitalisasi besar akibat kekhawatiran atas prospek belanja AI.
Baca Juga: Trump Dukung Penuh Takaichi Jelang Pemilu Jepang, Pasar Tetap Waspada
Meski pasar saham tertekan, data menunjukkan Korea Selatan mencatat surplus transaksi berjalan tertinggi sepanjang sejarah pada Desember lalu, memberikan sinyal positif bagi fundamental ekonomi negara tersebut.
Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, produsen chip Samsung Electronics turun 3,64%, sementara pesaingnya SK Hynix melemah 4,04%. Produsen baterai LG Energy Solution juga merosot 4,05%.
Saham otomotif turut tertekan, dengan Hyundai Motor jatuh 6,14% dan perusahaan afiliasinya Kia Corp turun 3,33%.
Di sektor lain, POSCO Holdings melemah 3,54%, sedangkan perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun 2,88%.
Baca Juga: Harga Emas & Perak Terus Melemah Jumat (6/2) Pagi, Tertekan Gejolak Saham Teknologi
Secara keseluruhan, dari 924 saham yang diperdagangkan, hanya 75 saham yang menguat, sementara 839 saham mengalami penurunan.
Investor asing tercatat sebagai penjual bersih saham senilai 1,5 triliun won atau sekitar US$1,02 miliar.
Di pasar valuta asing, won Korea melemah 0,60% dan diperdagangkan di level 1.472,5 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.463,7.
Sementara itu, pasar obligasi menunjukkan pergerakan berlawanan arah. Kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun untuk pengiriman Maret naik 0,10 poin ke level 104,84.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun turun 1,8 basis poin menjadi 3,185%, sedangkan yield obligasi acuan tenor 10 tahun turun 2,1 basis poin ke level 3,651%.













