Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjelang pemilihan umum nasional Jepang yang akan digelar pada Minggu (9/2/2026).
Trump juga menyatakan akan menerima Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret mendatang.
Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang, diperkirakan akan memenangkan pemilu bersama koalisinya berdasarkan berbagai jajak pendapat.
Baca Juga: Harga Emas & Perak Terus Melemah Jumat (6/2) Pagi, Tertekan Gejolak Saham Teknologi
Ia tengah mencari mandat publik untuk rencana belanja pemerintah yang telah mengguncang kepercayaan investor, serta agenda penguatan pertahanan yang berpotensi semakin menegangkan hubungan Jepang dengan China.
Jajak pendapat menunjukkan Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi bersama mitranya, Partai Inovasi Jepang (Ishin), berpeluang meraih sekitar 300 kursi di DPR Jepang yang beranggotakan 465 kursi. Jumlah ini jauh di atas mayoritas tipis yang saat ini mereka kuasai.
“Perdana Menteri Takaichi adalah sosok yang layak mendapatkan pengakuan kuat atas kinerja dirinya dan koalisinya,” tulis Trump di platform Truth Social pada Kamis (5/2/2026).
“Oleh karena itu, sebagai Presiden Amerika Serikat, merupakan kehormatan bagi saya untuk memberikan dukungan penuh dan total kepada dirinya serta apa yang diperjuangkan koalisi yang sangat dihormati tersebut,” lanjut Trump.
Baca Juga: Dolar AS Bersiap Cetak Kinerja Mingguan Terkuat sejak November pada Jumat (6/2)
Janji kampanye Takaichi untuk membantu rumah tangga menghadapi kenaikan harga dengan menangguhkan pajak penjualan makanan sebesar 8% telah mengguncang kepercayaan investor.
Kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah kondisi Jepang yang memiliki beban utang pemerintah terbesar di dunia.
Dalam beberapa pekan terakhir, investor melepas obligasi pemerintah Jepang dan mendorong yen melemah tajam, seiring kekhawatiran mengenai sumber pendanaan untuk menutup potensi kehilangan penerimaan negara sekitar 5 triliun yen (sekitar US$30 miliar) per tahun.
Namun demikian, analis menilai kemenangan telak LDP justru bisa menjadi opsi “paling kecil risikonya” bagi pasar keuangan.
Hal ini mengingat partai-partai oposisi menawarkan pemotongan pajak yang lebih dalam serta belanja pemerintah yang lebih agresif.
Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Turun Jelang Perundingan AS–Iran Jumat (6/2): WTI di US$62,47
Salah satu agenda pertama Takaichi setelah diangkat menjadi perdana menteri pada Oktober lalu adalah menjamu Trump di Tokyo.
Dalam pertemuan tersebut, ia memberikan Trump sebuah stik golf milik sahabat lama Trump sekaligus mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Trump memuji Takaichi sebagai pemimpin yang berhasil menembus “langit-langit kaca” politik Jepang.
Dalam pertemuan itu, Takaichi juga menjanjikan investasi bernilai miliaran dolar, yang menurut analis menegaskan kuatnya aliansi Jepang–AS.
Namun, beberapa pekan kemudian, Takaichi memicu ketegangan diplomatik terbesar dengan China dalam lebih dari satu dekade, setelah secara terbuka memaparkan kemungkinan respons Tokyo jika China menyerang Taiwan.
Sumber Reuters menyebutkan, Trump yang berupaya menjaga gencatan dagang yang rapuh dengan China pernah meminta Takaichi melalui sambungan telepon pribadi pada November lalu agar tidak semakin memprovokasi Beijing.
Baca Juga: Bursa Asia Terkoreksi Jumat (6/2) Pagi: Saham, Perak, dan Bitcoin Terpukul Keras
Pejabat Jepang, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, mengatakan kemenangan besar dalam pemilu dapat memberi Takaichi pengaruh politik lebih besar dalam sengketa dengan China, meski Beijing sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda melunak.
Rencana Takaichi untuk memperkuat pertahanan Jepang juga diperkirakan akan memicu reaksi keras dari China, yang menilai langkah tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali militerisme Jepang di masa lalu.
Meski ketegangan dengan China mulai membebani ekonomi Jepang yang merupakan ekonomi terbesar keempat dunia tingkat popularitas Takaichi tetap tinggi.
Ia bahkan menjadi idola tak terduga bagi sebagian pemilih, yang membeli tas dan pena berwarna merah muda yang kerap digunakannya di parlemen.
Partisipasi pemilih muda, yang secara historis lebih rendah dibandingkan kelompok usia tua, dapat menjadi penentu besar kecilnya kemenangan Takaichi. Namun, rekor hujan salju di sejumlah wilayah berpotensi menekan tingkat partisipasi pemilih.
Baca Juga: Korsel Tambah Amunisi Devisa, Terbitkan Obligasi Valas US$3 Miliar
Takaichi telah menyatakan akan mengundurkan diri jika koalisinya kehilangan mayoritas.
“Takaichi telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat, berwibawa, dan bijaksana, serta benar-benar mencintai negaranya,” ujar Trump dalam pernyataan dukungannya.
Trump belakangan semakin aktif memengaruhi pemilu di luar negeri. Ia sebelumnya mendukung Presiden Argentina Javier Milei, dengan menyoroti dukungan finansial AS sebagai faktor keberhasilan Milei dalam pemilu legislatif 2025.
Pada Kamis, Trump juga menyatakan dukungan kepada Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menjelang pemilu di negara tersebut pada April mendatang.
Para analis menilai langkah-langkah tersebut mencerminkan pola Trump dalam menjalin aliansi dengan para pemimpin sayap kanan di berbagai negara.













