kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Korsel Tambah Amunisi Devisa, Terbitkan Obligasi Valas US$3 Miliar


Jumat, 06 Februari 2026 / 08:15 WIB
Korsel Tambah Amunisi Devisa, Terbitkan Obligasi Valas US$3 Miliar
ILUSTRASI. Won Korea (REUTERS/Kim Hong-ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Korea Selatan menerbitkan obligasi stabilisasi valuta asing (FX) senilai US$3 miliar, mencatatkan rekor penerbitan tunggal terbesar sejak 2009, kata Kementerian Keuangan pada Jumat (6/2/2026).

Penerbitan ini terdiri dari dua tranche, yaitu US$1 miliar dalam tenor tiga tahun untuk pertama kalinya, serta US$2 miliar dalam tenor lima tahun dengan selisih imbal hasil terendah sepanjang sejarah dibandingkan obligasi pemerintah AS, hanya sebesar 12 basis poin.

Baca Juga: Rekor Burj Khalifa Terancam! Arab Saudi Siapkan Menara Setinggi 2 KM di Riyadh

Kementerian Keuangan Korea Selatan menyatakan, penerbitan obligasi ini bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa secara preventif, sekaligus menjadi jaring pengaman stabilitas nilai tukar won di tengah ketidakpastian eksternal yang meningkat.

Cadangan devisa Korea Selatan sempat turun sebesar US$2,15 miliar pada Januari 2026 menjadi US$425,91 miliar, setelah mengalami penurunan US$2,60 miliar pada Desember 2025, yang menjadi penurunan terbesar dalam delapan bulan terakhir.

Penurunan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kebijakan pemerintah menahan tekanan terhadap mata uang won.

Baca Juga: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, Apa Dampaknya pada Perdagangan AS?

Dengan penerbitan obligasi stabilisasi ini, Korea Selatan berharap dapat menjaga likuiditas pasar valuta asing sekaligus menambah bantalan cadangan devisa untuk menghadapi fluktuasi global.


Tag


TERBARU

[X]
×