kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Trump: AS Bisa Serang Iran Lagi Jika Tak Ada Kesepakatan Nuklir


Selasa, 19 Mei 2026 / 23:19 WIB
Trump: AS Bisa Serang Iran Lagi Jika Tak Ada Kesepakatan Nuklir
ILUSTRASI. USA-WHITEHOUSE/DINNER (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS “mungkin perlu” kembali menyerang Iran, meski di saat yang sama ia menyebut Teheran ingin mencapai kesepakatan damai dengan Washington.

Trump juga mengklaim bahwa dirinya hampir memerintahkan serangan terhadap Iran, namun menunda keputusan tersebut setelah muncul usulan baru dari pihak Teheran untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.

Baca Juga: Pengiriman LNG AS ke China Kembali Mengalir, 4 Kapal dalam Perjalanan

“Saya tinggal satu jam lagi dari membuat keputusan untuk pergi hari ini,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (19/5/2026).

Ia menambahkan bahwa Iran saat ini “memohon” untuk mencapai kesepakatan, namun memperingatkan bahwa serangan bisa kembali dilakukan dalam beberapa hari jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

“Bisa dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau awal pekan depan. Dalam waktu yang terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru,” kata Trump.

Baca Juga: Dagang Tembus US$ 200 Miliar, Putin Ungkap Perkuat Dedolarisasi Rusia-China?

Di Teheran, Ketua Komite Keamanan Nasional parlemen Iran Ebrahim Azizi menyebut, penundaan serangan oleh AS sebagai bentuk pengakuan bahwa tindakan militer akan menghadapi “respons militer yang tegas” dari Iran, menurut pernyataannya di platform X.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa proposal terbaru Teheran mencakup penghentian permusuhan di semua front, termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran, serta tuntutan reparasi atas kerusakan akibat serangan AS-Israel.

Iran juga meminta pencabutan sanksi, pembebasan dana yang dibekukan, serta penghentian blokade maritim AS, menurut keterangan Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi yang dikutip IRNA.

Namun, proposal tersebut dinilai tidak jauh berbeda dari usulan sebelumnya yang ditolak Trump, yang menyebutnya sebagai “sampah”.

Baca Juga: Lelang Obligasi AS Tenor 20 Tahun Uji Minat Investor di Tengah Kenaikan Yield

Seorang sumber di Pakistan mengatakan Islamabad telah menyampaikan pesan antara kedua pihak sejak pertemuan damai terakhir, termasuk meneruskan proposal Iran ke Washington.

Pakistan menjadi salah satu jalur komunikasi tidak langsung dalam upaya negosiasi.

Sumber tersebut menyebut kedua pihak masih kerap mengubah posisi tawar. “Mereka terus mengubah target. Kami tidak punya banyak waktu,” ujarnya.

Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa Washington akan puas jika Iran dapat dicegah memperoleh senjata nuklir. Ia bahkan menyebut lebih memilih kesepakatan dibanding opsi militer.

“Jika kita bisa mencapai kesepakatan tanpa harus membom mereka, saya akan sangat senang,” kata Trump pada Senin.

Baca Juga: Berkshire Hathaway Tambah Saham Delta, Kurangi Kepemilikan di Amazon hingga Visa

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran sebelumnya telah memicu konflik bersenjata yang menyebabkan ribuan korban jiwa di Iran, sebelum gencatan senjata diberlakukan pada awal April.

Namun situasi di kawasan tetap tegang dengan berbagai serangan balasan yang masih terjadi secara sporadis.

Sementara itu, Trump juga mengumumkan sanksi baru terhadap sebuah perusahaan penukaran mata uang Iran dan sejumlah perusahaan yang disebut sebagai perantara transaksi untuk bank-bank Iran.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×