kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Berkshire Hathaway Tambah Saham Delta, Kurangi Kepemilikan di Amazon hingga Visa


Selasa, 19 Mei 2026 / 15:48 WIB
Berkshire Hathaway Tambah Saham Delta, Kurangi Kepemilikan di Amazon hingga Visa
ILUSTRASI. Berkshire Hathaway rombak besar portofolio. Saham Delta Air Lines dan Alphabet jadi sorotan utama (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan investasi milik miliarder Warren Buffett, Berkshire Hathaway, mengungkapkan perombakan besar dalam portofolio sahamnya pada kuartal pertama. Langkah ini mencakup penambahan investasi baru di sektor penerbangan serta pengurangan sejumlah kepemilikan saham besar di perusahaan teknologi dan kesehatan.

Dalam laporan regulasi yang dirilis Jumat, Berkshire mengungkapkan investasi baru senilai US$2,65 miliar pada Delta Air Lines serta kepemilikan kecil di Macy's. Di saat yang sama, perusahaan tersebut juga melepas sebagian besar saham di sejumlah perusahaan, termasuk Amazon, UnitedHealth Group, serta jaringan pembayaran Visa dan Mastercard.

Perubahan ini terjadi seiring restrukturisasi portofolio pada kuartal pertama, setelah promosi Greg Abel untuk menggantikan Warren Buffett sebagai calon chief executive Berkshire Hathaway di masa mendatang.

Selain penjualan, Berkshire juga meningkatkan eksposurnya secara signifikan pada saham Alphabet, yang kini nilainya mencapai sekitar US$16,6 miliar dan menjadi salah satu investasi saham terbesar perusahaan tersebut. Kepemilikan di The New York Times juga dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat, dengan porsi mencapai 9,4%.

Baca Juga: Rusia Gelar Latihan Nuklir Berskala Besar, Libatkan Rudal Balistik hingga Kapal Selam

Dalam periode Januari–Maret, Berkshire membeli saham senilai US$15,94 miliar dan menjual US$24,09 miliar, menunjukkan aktivitas rotasi portofolio yang cukup agresif.

Perombakan Portofolio di Bawah Greg Abel

Sebagian besar keputusan penjualan saham disebut kemungkinan berada di bawah arahan Greg Abel, yang kini mengelola sekitar 94% portofolio saham Berkshire, sementara 6% lainnya dikelola oleh Ted Weschler.

Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran strategi investasi pasca-pandemi. Berkshire tercatat memiliki 39,8 juta saham Delta, atau sekitar 6,1% kepemilikan, di tengah pemulihan industri penerbangan global yang masih menghadapi tekanan biaya bahan bakar akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menariknya, Berkshire sebelumnya pernah memegang 11% saham Delta, namun menjual seluruh kepemilikan di sektor maskapai pada awal pandemi COVID-19 tahun 2020, termasuk di American Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines. Saat itu, Warren Buffett menyatakan bahwa “dunia telah berubah” bagi industri penerbangan.

Baca Juga: Malaysia Tuntut Ganti Rugi US$251,76 Juta ke Norwegia Usai Pembatalan Sistem Rudal

Reaksi Pasar dan Saham Lain yang Dijual

Setelah pengumuman tersebut, saham Delta naik sekitar 3,3% dalam perdagangan setelah jam bursa, mencerminkan sentimen positif investor terhadap langkah Berkshire. Sementara itu, saham Macy’s juga menguat 6,3% setelah pengungkapan kepemilikan baru sekitar 3 juta saham senilai US$55 juta. Saham The New York Times turut mengalami kenaikan.

Di sisi lain, Berkshire juga melepas sejumlah kepemilikan lain, termasuk Domino’s Pizza, Aon, dan Pool Corp, serta memangkas kepemilikan di Chevron sekitar 35%, meski perusahaan energi tersebut masih menjadi salah satu portofolio terbesar Berkshire.

Meski melakukan rotasi besar, portofolio Berkshire tetap didominasi oleh saham-saham utama seperti Apple, American Express, Coca-Cola, Bank of America, dan Chevron.

Berkshire Hathaway juga masih mengelola berbagai bisnis operasional besar, termasuk BNSF Railway, Geico, serta sejumlah merek konsumen seperti Dairy Queen dan Fruit of the Loom, yang memperkuat posisi konglomerasi ini sebagai salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×