kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.754   69,00   0,39%
  • IDX 6.381   -218,04   -3,30%
  • KOMPAS100 844   -29,87   -3,42%
  • LQ45 635   -15,74   -2,42%
  • ISSI 229   -9,52   -4,00%
  • IDX30 362   -7,11   -1,93%
  • IDXHIDIV20 448   -7,37   -1,62%
  • IDX80 97   -3,07   -3,07%
  • IDXV30 125   -3,59   -2,79%
  • IDXQ30 117   -1,65   -1,38%

Ekonomi Jepang Melaju Kencang Meski Dunia Bergejolak, Tapi Tak Lepas dari Tekanan


Selasa, 19 Mei 2026 / 10:49 WIB
Ekonomi Jepang Melaju Kencang Meski Dunia Bergejolak, Tapi Tak Lepas dari Tekanan
ILUSTRASI. Produk domestik bruto Jepang naik 3,4% di kuartal I-2026 (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Ekonomi Jepang ternyata masih tokcer kendati ada ketidakpastian global. Kantor Kabinet Jepang mengumumkan, Selasa (19/1/2026), data pendahuluan menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Jepang naik 3,4% di kuartal I-2026.

Realisasi tersebut setara dengan pertumbuhan yang dicapai di kuartal IV-2025 silam. Selain itu, realisasi tersebut juga lebih baik dibandingkan konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi PDB hanya tumbuh 3,1%.

PDB riil juga meningkat 2,1% secara tahunan. Realisasi ini melampaui konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi PDB riil cuma naik 1,7%. Realisasi tersebut juga lebih baik dibandingkan data revisi pertumbuhan PDB riil di periode Oktober-Desember 2025, yang sebesar 0,8%.

Baca Juga: Ekonomi Jepang Terkontraksi Lebih Dalam di Kuartal III, Belanja Modal Melemah

Ekspansi PDB Jepang selama dua kuartal berturut-turut tersebut didukung oleh ekspor yang solid. Permintaan eksternal bersih memberi kontribusi 0,3 poin persentase pada pertumbuhan.

Konsumsi swasta dan belanja modal juga tercatat tumbuh 0,3% dari kuartal sebelumnya. Angka ini menunjukkan laba perusahaan yang kuat dan kenaikan upah yang stabil mendukung pemulihan.

Data PDB ini akan menjadi salah satu faktor kunci yang akan dicermati Bank of Japan (BOJ) dalam menentukan apakah ekonomi dapat mengatasi krisis energi. Data ini juga memperbesar potensi BOJ menaikkan suku bunga paling cepat bulan depan.

Baca Juga: Demi Menghemat Anggaran, Selandia Baru Akan Memangkas Ribuan Pegawai Negeri

"Data hari ini menunjukkan ekonomi berada pada pijakan yang solid sebelum perang Iran, yang berarti memiliki beberapa penyangga untuk mengatasi guncangan energi," kata Yoshiki Shinke, Ekonom Eksekutif Senior Dai-ichi Life Research Institute, dikutip Reuters, Selasa (19/5/2026).

Namun, para ekonom memperkirakan pertumbuhan akan melambat dalam beberapa kuartal mendatang, karena dampak dari konflik Timur Tengah. "Ekonomi mungkin akan mengalami kontraksi pada kuartal kedua," imbuh Shinke.

Kendati begitu, Shinke memprediksi kemungkinan besar ekonomi Jepang dapat kembali pulih setelah itu. Tapi, jika terjadi gangguan pasokan yang besar, gangguan pada pertumbuhan bisa sangat parah sehingga BOJ mungkin tidak memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga pada Juni.

Baca Juga: Mata Uang Asia Selasa (19/5) Pagi, Rupiah Tembus Rekor Terendah Baru ke Rp 17.700

Pendapat serupa diutarakan analis Oxford Economics. "Ekonomi akan merasakan tekanan dari biaya energi yang tinggi di masa mendatang. Harga energi yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat akan membatasi konsumsi dan investasi dalam jangka pendek," tulis analis di Oxford Economics dalam risetnya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah data PDB, Menteri Ekonomi Jepang Minoru Kiuchi mendesak kewaspadaan terhadap dampak negatif dari perang di Timur Tengah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×