Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Kevin Warsh akan dilantik sebagai Ketua Federal Reserve (bank sentral AS) pada Jumat (22/5/2026) oleh Presiden Donald Trump, kata seorang pejabat Gedung Putih pada Senin. Pelantikan ini menempatkan pengacara sekaligus finansier berusia 56 tahun itu di pucuk pimpinan bank sentral saat The Fed menghadapi inflasi yang makin memanas, yang dapat menyulitkan upaya pemangkasan suku bunga seperti yang diinginkan Trump.
Reuters memberitakan, Warsh menggantikan Jerome Powell, yang masa jabatannya selama delapan tahun sebagai pemimpin The Fed secara resmi berakhir pada Jumat. Namun Powell berencana tetap menjadi anggota Dewan Gubernur hingga ia merasa yakin bahwa penyelidikan pidana oleh pemerintahan Trump terhadap dirinya benar-benar selesai.
Powell dilantik sebagai ketua sementara pada Jumat untuk menjembatani kekosongan kepemimpinan sampai Warsh resmi mulai bertugas.
Penyelidikan terhadap Powell, yang berfokus pada pembengkakan biaya renovasi kompleks kantor pusat The Fed di Washington, sempat menjadi hambatan sementara dalam proses konfirmasi Warsh di Senat. Namun, penyelidikan itu akhirnya diselesaikan hingga memuaskan seorang senator Partai Republik yang sebelumnya keberatan, dan Senat secara penuh mengonfirmasi Warsh lewat pemungutan suara yang hampir sepenuhnya mengikuti garis partai pada 13 Mei.
Baca Juga: Brasil Bisa Cuan Besar dari Deal Dagang AS-China, Ekspor Kedelai & Daging Disorot
Tarif dan perang memicu kenaikan inflasi
Warsh, yang pernah menjabat sebagai gubernur The Fed pada masa krisis keuangan global, kembali ke posisi penting ini pada saat yang sulit bagi kebijakan moneter AS.
Inflasi tahunan (dalam hitungan annualized) berada jauh di atas target The Fed sebesar 2% dan kemungkinan akan terus meningkat, terutama akibat pilihan kebijakan dari presiden yang menunjuknya.
Tarif yang diberlakukan Trump selama tahun pertama masa jabatannya mendorong kenaikan harga berbagai barang impor. Lalu tahun ini, keputusan Trump untuk berperang dengan Iran memicu guncangan harga energi global. Data terbaru menunjukkan lonjakan ini mulai mendorong kenaikan harga pada semakin banyak barang dan jasa.
Dampak tarif sendiri sebelumnya dianggap oleh sebagian pembuat kebijakan The Fed—termasuk Powell—sebagai kenaikan harga satu kali (one-time price increase), bukan inflasi yang bersifat menetap. Kondisi itu sempat membuka ruang bagi bank sentral untuk kembali memangkas suku bunga, setelah pemangkasan suku bunga ditahan sejak awal tahun ini.
Namun efek berantai dari lonjakan harga energi akibat perang Iran semakin memperdalam kekhawatiran inflasi di kalangan pejabat The Fed yang kini harus dipimpin Warsh, sekaligus memperumit upaya membangun konsensus soal arah kebijakan suku bunga.
“Kita punya masalah inflasi... inflasi jasa tinggi dan terus naik, dan itu mungkin bukan berasal dari minyak, bukan dari tarif,” kata Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, kepada Liz Claman di Fox Business Network pada Senin. “Ada banyak hal yang akan masuk radar perhatian, dan kita butuh arahan dari ketua.”
Serangkaian data inflasi yang lebih panas dari perkiraan memicu gejolak pasar obligasi pada akhir pekan lalu. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melonjak pada Jumat ketika investor menyesuaikan posisi karena melihat inflasi akan bertahan tinggi dan The Fed kemungkinan harus menaikkan suku bunga sebagai respons, bahkan mulai sedini Desember.
Rapat kebijakan pertama Warsh masih beberapa pekan lagi, yakni pertengahan Juni. Ia kemungkinan akan menghadapi blok pejabat yang makin hawkish, yang mendorong The Fed untuk secara lebih tegas mengubah sikapnya guna menjaga inflasi.
Tonton: Trump Ancam Iran Cepat Damai Atau Hancur
Pasar futures suku bunga saat ini menilai peluang perubahan suku bunga acuan The Fed—yang berada di kisaran 3,50% hingga 3,75%—pada rapat Juni nyaris nol.
Goolsbee mengatakan ia merasa dirinya dan Warsh adalah “rekan satu parit” (foxhole buddies) karena pengalaman bersama pada periode 2007-2009 dalam menghadapi kehancuran pasar keuangan dan ekonomi.
“Saya merasa saya pernah mendapat gambaran tentang karakternya di masa penuh tekanan, dan saya pikir dia datang membawa beberapa ide baru,” kata Goolsbee. “Saya antusias dia segera mulai bertugas.”
Tabel 1: Ringkasan Fakta Kunci
| Faktor | Detail |
|---|---|
| Ketua The Fed baru | Kevin Warsh |
| Umur | 56 tahun |
| Pelantikan | Jumat di Gedung Putih |
| Dilantik oleh | Presiden Donald Trump |
| Pengganti | Jerome Powell |
| Status Powell | Tetap di Dewan Gubernur sampai investigasi selesai |
| Rapat kebijakan pertama Warsh | Pertengahan Juni |
| Suku bunga acuan saat ini | 3,50% - 3,75% |
| Ekspektasi pasar Juni | Hampir nol peluang perubahan suku bunga |













