kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Harga Emas Terbang Tinggi, Tapi Bos The Fed Bilang Tak Perlu Heboh


Jumat, 30 Januari 2026 / 08:44 WIB
Harga Emas Terbang Tinggi, Tapi Bos The Fed Bilang Tak Perlu Heboh
ILUSTRASI. Bos The Fed Jerome Powell sebut lonjakan harga emas tak perlu dibesar-besarkan. Mengapa pasar justru cuek? (KONTAN/The Fed)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Lonjakan harga emas dan perak yang terus mencetak rekor telah menarik perhatian pasar global. Namun, Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menilai reli logam mulia tersebut bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.

Mengutip Kitco News, sejumlah analis sebelumnya mengaitkan lonjakan harga emas dan perak dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi politik The Fed. Namun, dalam konferensi pers kebijakan moneter, Powell menepis anggapan bahwa bank sentral AS kehilangan kredibilitas.

“Ada yang berpendapat kami kehilangan kredibilitas, tetapi itu tidak benar. Jika melihat ekspektasi inflasi, posisi kredibilitas kami masih sesuai yang dibutuhkan,” kata Powell. 

Dia menambahkan, “Kami tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan harga aset tertentu, meski tentu saja tetap memantaunya.”

Pernyataan itu disampaikan setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (federal funds rate) di kisaran 3,50% hingga 3,75% dalam rapat kebijakan moneter pertama tahun ini. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi para ekonom. 

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya baru akan terjadi pada Juni.

Baca Juga: Polisi Vietnam Sita Berton-Ton Kopi Palsu Berbahan Kedelai

Meski Powell cenderung meremehkan reli emas yang bersejarah, pasar emas justru terlihat mengabaikan pernyataannya, karena sikap The Fed dinilai relatif netral.

Powell menyebut bahwa risiko kenaikan inflasi maupun risiko pelemahan pasar tenaga kerja saat ini sama-sama mereda.

“Kami merasa berada pada posisi yang baik untuk mencermati bagaimana perekonomian berkembang,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Powell juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan kenaikan suku bunga.

“Bukan skenario dasar kami bahwa langkah berikutnya adalah kenaikan suku bunga, tetapi pada akhirnya kami akan melakukan apa yang kami anggap tepat,” katanya.

Meski sikap The Fed tidak terlalu dovish, harga emas tetap mampu bertahan di level tinggi. Emas spot terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 5.387,70 per ons, naik hampir 4% dalam satu hari.

Baca Juga: Citi Perkirakan Aksi AS–Israel ke Iran Terbatas demi Hindari Eskalasi


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×