kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Perang Iran


Senin, 18 Mei 2026 / 18:25 WIB
Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Perang Iran
ILUSTRASI. Pesawat Jet Tempur JF-17, Produksi Pakistan dan China (REUTERS/Akhtar Soomro)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pakistan mengerahkan 8.000 tentara, satu skuadron jet tempur, dan sistem pertahanan udara ke Arab Saudi di tengah memanasnya perang Iran, sebagai bagian dari pakta pertahanan bersama kedua negara.

Langkah ini memperkuat kerja sama militer Islamabad-Riyadh, meski Pakistan juga berperan sebagai mediator utama dalam konflik tersebut.

Baca Juga: Harga Platinum Berpotensi Terbang 71% pada 2026, Dipicu Defisit Pasokan

Pengerahan militer dalam skala besar ini dikonfirmasi oleh tiga pejabat keamanan dan dua sumber pemerintah kepada Reuters pada Senin (18/5/2026).

Mereka menyebut pasukan yang dikirim merupakan kekuatan tempur penuh yang disiapkan untuk membantu pertahanan Arab Saudi apabila kerajaan itu kembali menjadi sasaran serangan.

Militer Pakistan, kementerian luar negeri Pakistan, dan kantor media pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Perjanjian pertahanan kedua negara yang diteken tahun lalu bersifat rahasia. Namun, kedua pihak sebelumnya menyatakan bahwa pakta tersebut mewajibkan Pakistan dan Arab Saudi saling membantu jika salah satu diserang.

Baca Juga: Trump: AS Seharusnya Pegang Saham Lebih Besar di Intel

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bahkan pernah mengisyaratkan bahwa perjanjian itu menempatkan Arab Saudi di bawah payung nuklir Pakistan.

Menurut sumber Reuters, Pakistan mengirim satu skuadron berisi sekitar 16 pesawat tempur, sebagian besar jet JF-17 hasil produksi bersama Pakistan dan China, ke Arab Saudi sejak awal April.

Dua pejabat keamanan juga mengatakan Pakistan mengirim dua skuadron drone serta sistem pertahanan udara HQ-9 buatan China.

Seluruh peralatan tersebut dioperasikan oleh personel Pakistan dan dibiayai oleh Arab Saudi.

Selain itu, sekitar 8.000 tentara Pakistan telah ditempatkan di Arab Saudi, dengan komitmen pengiriman tambahan pasukan jika diperlukan.

Dua pejabat keamanan menyebut pasukan dan personel angkatan udara Pakistan yang dikirim selama konflik Iran akan menjalankan peran utama sebagai penasihat dan pelatih militer.

Baca Juga: Penyanyi Asal Kolombia Shakira Dibebaskan dari Tuduhan Penipuan Pajak di Spanyol

Namun, pengerahan ini menambah ribuan tentara Pakistan lain yang sebelumnya sudah ditempatkan di Arab Saudi berdasarkan perjanjian lama dan memiliki peran tempur aktif.

Salah satu sumber pemerintah yang mengetahui isi perjanjian pertahanan rahasia itu mengatakan kesepakatan tersebut memungkinkan pengerahan hingga 80.000 tentara Pakistan ke Arab Saudi untuk membantu menjaga perbatasan kerajaan bersama pasukan Saudi.

Dua sumber keamanan juga menyebut kesepakatan tersebut mencakup pengerahan kapal perang Pakistan, meski Reuters belum dapat memastikan apakah kapal tersebut sudah tiba di Arab Saudi.

Skala pengerahan yang meliputi jet tempur, sistem pertahanan udara, dan ribuan tentara menunjukkan Pakistan mengirim kekuatan jauh lebih besar dibanding sekadar misi simbolis atau penasihat militer.

Sebelumnya Reuters melaporkan, Pakistan telah mengirim jet tempur ke Arab Saudi setelah serangan Iran menghantam infrastruktur energi penting dan menewaskan seorang warga Saudi, memicu kekhawatiran Riyadh akan melakukan balasan besar yang dapat memperluas konflik.

Baca Juga: Meski Populasi India Capai 1,4 Miliar, Sekutu Modi Desak Peningkatan Jumlah Kelahiran

Pengerahan itu terjadi sebelum Islamabad muncul sebagai mediator utama perang, termasuk membantu memfasilitasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang bertahan selama enam pekan terakhir.

Pakistan juga menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan damai AS-Iran sejauh ini, meski rencana perundingan lanjutan akhirnya dibatalkan.

Reuters sebelumnya juga melaporkan Arab Saudi melancarkan sejumlah serangan balasan rahasia terhadap Iran sebagai respons atas serangan yang terjadi di wilayah kerajaan.

Pakistan sendiri telah lama menjadi mitra militer penting Arab Saudi, termasuk dalam pelatihan dan pengerahan pasukan penasihat.

Sebaliknya, Riyadh berkali-kali membantu Islamabad secara finansial saat Pakistan menghadapi tekanan ekonomi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×