Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi resmi mengusir diplomat Iran setelah menuduh Teheran terus melancarkan serangan ke wilayahnya.
Reuters memberitakan, Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa atase militer Iran, asistennya, serta tiga staf kedutaan telah dinyatakan persona non grata dan diberi waktu 24 jam untuk meninggalkan negara tersebut.
Serangan Rudal dan Drone Picu Ketegangan
Sejak pecahnya perang antara AS–Israel dan Iran, Arab Saudi mengaku menjadi sasaran ratusan serangan rudal dan drone dari Iran.
Meski sebagian besar berhasil dicegat, serangan ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap keamanan kawasan.
Pemerintah Saudi memperingatkan bahwa aksi berkelanjutan tersebut dapat memicu eskalasi lebih besar dan berdampak signifikan terhadap hubungan kedua negara, baik saat ini maupun di masa depan.
Baca Juga: AS Mulai Cemas: Akhirnya Trump Izinkan Penjualan Minyak Iran 30 Hari
Saudi Buka Opsi Serangan Balasan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa negaranya berhak melakukan aksi militer terhadap Iran.
Ia juga menyebut kepercayaan terhadap Teheran kini telah runtuh akibat serangan-serangan terbaru.
Padahal, Arab Saudi dan Iran sempat memulihkan hubungan diplomatik pada 2023 setelah bertahun-tahun berseteru.
Kedua negara sebelumnya berada di kubu berseberangan dalam berbagai konflik di kawasan Timur Tengah.
Namun, situasi terbaru membuat hubungan yang sempat mencair itu kembali berada di ujung ketegangan.
Tonton: Donald Trump Sebut Secara Militer Iran Sudah Kalah Dalam Perang
Dampak Meluas ke Energi Global
Konflik yang terus memanas ini tidak hanya berdampak pada geopolitik, tetapi juga mengguncang sektor energi global.
Serangan dan balasan di kawasan Teluk telah mengganggu ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah, bahkan memaksa sejumlah fasilitas menghentikan produksi.













