kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Kena Hukuman 30 Tahun Penjara


Jumat, 12 Juni 2026 / 11:06 WIB
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Kena Hukuman 30 Tahun Penjara
ILUSTRASI. Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol,/ (via REUTERS/The Presidential Office)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dijatuhi hukuman 30 tahun penjara oleh pengadilan pada Jumat (12/6/2026) atas kasus yang berkaitan dengan operasi penerbangan drone militer ke wilayah Korea Utara.

Melansir Reuters, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyatakan, Yoon bersalah atas tuduhan membantu musuh dan penyalahgunaan kekuasaan.

Baca Juga: India Batasi Pembelian Solar di SPBU, Maksimal 200 Liter per Hari

Pengadilan menilai, Yoon terlibat dalam perencanaan operasi penerbangan drone ke Pyongyang pada Oktober 2024 yang diduga digunakan untuk menciptakan alasan bagi penerapan darurat militer pada Desember 2024.

Putusan tersebut menambah deretan persoalan hukum yang menjerat mantan pemimpin konservatif yang sebelumnya pernah menjabat sebagai jaksa agung Korea Selatan.

Kebijakan darurat militer yang dikeluarkan Yoon pada akhir 2024 sempat memicu krisis politik terbesar di negara itu dalam beberapa dekade terakhir.

Selama proses persidangan, Yoon membantah seluruh tuduhan. Tim kuasa hukumnya menyatakan Yoon tidak pernah memerintahkan maupun menyetujui operasi drone tersebut.

Mereka berargumen bahwa penerbangan drone merupakan respons terhadap aksi Korea Utara yang selama berbulan-bulan mengirim balon berisi sampah melintasi perbatasan kedua negara.

Jaksa sebelumnya menuntut hukuman 30 tahun penjara terhadap Yoon pada April lalu.

Baca Juga: Rupiah dan Won Korea Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Jumat (12/6) Pagi

Vonis terbaru ini menyusul putusan pengadilan pada Februari 2026 yang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Yoon setelah dinyatakan bersalah memimpin pemberontakan terkait upaya pemberlakuan darurat militer.

Yoon telah dicopot dari jabatannya setelah Mahkamah Konstitusi Korea Selatan menguatkan keputusan pemakzulannya. Keputusan tersebut memicu pemilihan presiden lebih awal yang kemudian dimenangkan oleh Lee Jae Myung.

Saat ini Yoon telah berada dalam tahanan dan masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan terbaru tersebut.

Sebelumnya, ia juga telah mengajukan banding atas sejumlah putusan hukum yang menjeratnya.


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×