kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.934   -78,00   -0,43%
  • IDX 6.036   149,49   2,54%
  • KOMPAS100 802   26,95   3,48%
  • LQ45 605   18,08   3,08%
  • ISSI 207   6,13   3,05%
  • IDX30 344   9,31   2,78%
  • IDXHIDIV20 424   10,11   2,44%
  • IDX80 91   2,91   3,32%
  • IDXV30 114   3,53   3,20%
  • IDXQ30 111   2,62   2,42%

Rupiah dan Won Korea Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Jumat (12/6) Pagi


Jumat, 12 Juni 2026 / 09:37 WIB
Rupiah dan Won Korea Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Jumat (12/6) Pagi
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY-CURRENCY (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (12/6/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah dan melemahnya indeks dolar AS.

Berdasarkan data Reuters pukul 02.14 GMT, mata uang Asia bergerak bervariasi. Penguatan terbesar dicatat oleh won Korea Selatan dan rupiah Indonesia.

Baca Juga: Putri Sulung Raja Thailand Wafat di Usia 47 Tahun Setelah Hampir Empat Tahun Koma

Won Korea Selatan menguat 0,69% ke level 1.521,1 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di 1.531,6 per dolar AS.

Sementara itu, rupiah menguat 0,25% ke Rp 17.930 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 17.975 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya yang turut menguat terhadap dolar AS antara lain:

  • Ringgit Malaysia naik 0,17% ke 4,057 per dolar AS.
  • Yuan China menguat 0,11% ke 6,765 per dolar AS.
  • Dolar Singapura naik 0,09% ke 1,285 per dolar AS.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melonjak 8% Jumat (12/6), Harapan Damai AS-Iran Picu Reli

Sebaliknya, beberapa mata uang mengalami pelemahan, di antaranya:

  • Yen Jepang melemah 0,19% ke 160,23 per dolar AS.
  • Peso Filipina turun 0,15% ke 61,062 per dolar AS.
  • Dolar Taiwan melemah 0,12% ke 31,67 per dolar AS.
  • Baht Thailand turun tipis 0,02% ke 32,815 per dolar AS.

Meski menguat pada perdagangan hari ini, sebagian besar mata uang Asia masih mencatat pelemahan terhadap dolar AS sejak awal tahun 2026.

Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan. Nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,03% sejak akhir 2025, dari Rp 16.670 per dolar AS menjadi Rp 17.930 per dolar AS.

Baca Juga: Trump Kejar Kemenangan Politik Baru Lewat Pembatalan Impeachment

Pelemahan yang lebih dalam hanya terjadi pada won Korea Selatan yang turun 5,36% dan rupee India yang melemah 6,15% sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan performa terbaik di kawasan. Yuan justru menguat sekitar 3,3% terhadap dolar AS dibandingkan posisi akhir 2025.

Penguatan mata uang Asia pada akhir pekan ini didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan terhadap harga energi global serta mengurangi kekhawatiran inflasi di AS.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×