kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Rupiah dan Won Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia Sepanjang 2026


Kamis, 11 Juni 2026 / 09:41 WIB
Rupiah dan Won Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia Sepanjang 2026
ILUSTRASI. Bursa Asia - Won Korea Selatan (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menantikan sejumlah katalis ekonomi global, sementara dolar AS masih bertahan kuat.

Berdasarkan data Reuters pukul 02.13 GMT, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar di kawasan Asia. Won turun 0,47% ke level 1.527,4 per dolar AS dari posisi sebelumnya 1.520,2 per dolar AS.

Baca Juga: Dolar AS Goyah di Tengah Serangan Baru ke Iran dan Ketidakpastian Suku Bunga The Fed

Dolar Taiwan juga tertekan dengan pelemahan 0,25%. Sementara itu, ringgit Malaysia dan yuan China masing-masing melemah 0,05%.

Rupiah turut berada di zona merah, meski penurunannya relatif terbatas. Mata uang Garuda melemah 0,03% ke Rp 17.955 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.950 per dolar AS.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia berhasil mencatat penguatan terhadap dolar AS. Baht Thailand memimpin kenaikan dengan menguat 0,20%, disusul yen Jepang dan dolar Singapura yang masing-masing naik 0,04%. Peso Filipina juga menguat tipis 0,03%, sementara rupee India bergerak stabil.

Jika dilihat sejak awal tahun 2026, tekanan terhadap mata uang Asia masih cukup besar. Rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan setelah terdepresiasi 7,16% dari level akhir 2025 yang berada di Rp 16.670 per dolar AS.

Won Korea Selatan menyusul dengan pelemahan 5,75% sepanjang tahun berjalan, sementara rupee India terkoreksi 5,66%. Baht Thailand dan peso Filipina masing-masing melemah 4,39% dan 4,08%.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Sentuh Level Terendah 6 Bulan Kamis (11/6), Tertekan Konflik AS-Iran

Yen Jepang juga masih mencatat pelemahan 2,38% sejak awal tahun, sedangkan dolar Taiwan turun 0,98%.

Ringgit Malaysia dan dolar Singapura mengalami depresiasi yang lebih terbatas, masing-masing sebesar 0,32% dan 0,12%.

Di tengah tekanan yang melanda mayoritas mata uang Asia, yuan China menjadi pengecualian. Mata uang Negeri Tirai Bambu tersebut justru menguat 3,11% terhadap dolar AS sepanjang 2026, menjadikannya mata uang dengan performa terbaik di kawasan tahun ini.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×