Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - HANOI. Saham-saham Vietnam dimasukkan ke dalam indeks pasar negara berkembang FTSE Russell pada Senin (21/9/2026). Ini menandai tonggak sejarah bagi pasar saham negara tersebut setelah bertahun-tahun melakukan reformasi yang bertujuan menarik investor asing.
Penyedia indeks memperkirakan masuknya Vietnam ke dalam indeks ini dapat mengalirkan dana hingga US$ 6 miliar ke negara tersebut, yang telah masuk dalam daftar pantauan sejak 2018 untuk kategori yang juga mencakup Tiongkok dan India.
Indeks acuan saham Vietnam dibuka naik 0,54% pada Senin (21/9/2026), didorong oleh saham-saham perbankan, sebelum kemudian sedikit terkoreksi.
Antisipasi terhadap peningkatan status ini membantu membangkitkan kembali minat asing terhadap saham-saham Vietnam.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Naik 1,47% Senin (21/9) Pagi, Samsung Electronics Melonjak 4%
Menurut data dari Bursa Efek Ho Chi Minh, investor asing mencatatkan pembelian bersih saham senilai 2,7 triliun dong (US$ 104 juta) pada pekan lalu, namun secara keseluruhan mereka masih mencatatkan posisi jual bersih sekitar 91 triliun dong.
Namun, setelah antusiasme awal mereda, minat tersebut kemungkinan akan berkurang. "Saya memperkirakan pasar akan tetap relatif lesu hingga kita mendekati tahun 2027," ujar Thomas Nguyen, Chief Global Markets Officer di SSI Securities Corporation, perusahaan sekuritas terbesar kedua di negara itu berdasarkan pangsa pasar, seperti dikutip Reuters.
Transisi ini akan berlangsung dalam empat tahap hingga tahun 2027, dengan penambahan bobot 10% pada bulan September, tambahan 20% pada bulan Maret, serta masing-masing 35% pada bulan Juni dan September tahun depan.
"Saat kita semakin dekat dengan tahap inklusi berikutnya pada bulan Maret, perhatian pasar diperkirakan akan kembali meningkat, dan karena alokasinya akan lebih besar, investor lokal kemungkinan akan merasakan dampak yang lebih nyata," tambah Nguyen.
Menyusul peningkatan status ini, perusahaan manajemen aset Vanguard berencana meningkatkan investasinya di Vietnam menjadi sekitar US$2,5 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Sejumlah kekhawatiran masih ada, termasuk batasan kepemilikan asing dan kendala terkait jumlah saham yang beredar bebas (free-float) bagi beberapa perusahaan.
Baca Juga: Dolar Taiwan Melesat Seri Senin (21/9), Rupiah Justru Jadi Yang Terbelakang di Asia!
Tonggak sejarah ini juga kembali memicu harapan akan adanya peningkatan status di masa depan oleh MSCI. Para investor mengatakan bahwa penerapan mekanisme kliring pihak lawan sentral (central counterparty clearing), yang diperkirakan akan terlaksana pada tahun 2027, dapat membantu Vietnam semakin dekat dalam memenuhi persyaratan akses pasar MSCI.
Nguyen mengatakan, penerapan mekanisme kliring pihak lawan sentral (central counterparty clearing) akan sangat penting bagi upaya Vietnam untuk mendapatkan peningkatan status oleh MSCI di masa mendatang.
"FTSE berkaitan dengan akses ke pasar. MSCI berkaitan dengan skala," ujarnya. "Itulah sebabnya kliring pihak lawan sentral menjadi hal yang sangat penting," tambahnya.














