Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - ANKARA. Kasus gagal bayar manajer investasi menggoyang pasar modal Turki. Pasar saham Turki sempat goyah gara-gara kasus ini.
Otoritas pasar modal Turki kemudian melakukan intervensi pada pekan lalu untuk menjaga stabilitas pasar. Ini setelah krisis likuiditas pada reksadana memicu aksi jual besar-besaran pada indeks saham acuan Turki. Langkah-langkah tersebut membantu indeks memulihkan sebagian kerugiannya.
Tera Portfoy, sebuah perusahaan manajemen portofolio asal Turki yang sedang diselidiki setelah beberapa reksadananya gagal memenuhi permintaan pencairan (redemption), menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah membayar sebagian investor dan sedang berupaya membayar investor lainnya. Namun pembatasan yang diberlakukan otoritas pasar modal menghambat proses tersebut.
Likuidasi 131 Reksadana
Sebagai bagian dari intervensi tersebut, Dewan Pasar Modal (SPK) menugaskan Isbank dan Ziraat Bank untuk mengawasi likuidasi 131 reksadana yang dikelola tujuh perusahaan manajer investasi—termasuk Tera Portfoy, Pusula Portfoy, dan Hedef Portfoy—di platform perdagangan dana elektronik TEFAS.
Baca Juga: Bursa Saham Turki Rontok Gara-Gara Ini, Sempat Dihentikan Sementara
Krisis yang mengguncang industri reksadana Turki telah menyebabkan penahanan para eksekutif puncak dari beberapa perusahaan dan memicu sorotan terhadap konsentrasi investasi pada saham-saham dengan volume perdagangan rendah.
Menteri Keuangan Turki Mehmet Simsek pada Jumat pekan lalu menyatakan, masalah tersebut telah terkendali dan tidak akan menimbulkan risiko sistemik.
"Permintaan pencairan dana yang diajukan selama periode ketika dana masuk ke dalam portofolio kami sedang dikonversi menjadi investasi melonjak dalam waktu singkat, berkembang menjadi permintaan penarikan dana secara kolektif dengan total sekitar 300 miliar Lira Turki (US$ 6,15 miliar)," demikian pernyataan Tera Portfoy seperti dikutip Reuters.
"Perlu dipahami bahwa memenuhi permintaan sebesar itu dalam waktu yang begitu singkat bukanlah hal yang mudah bagi lembaga keuangan mana pun," tambah perusahaan tersebut.
Tera Portfoy menambahkan, investor telah dibayar antara tanggal 16 dan 18 September 2026, namun pembayaran lebih lanjut tidak dapat dilakukan akibat adanya pembatasan dan pemblokiran transaksi. Perusahaan tersebut juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak berwenang guna menyelesaikan proses ini secepat mungkin.
Pada Minggu malam, SPK mengumumkan perpanjangan periode likuidasi yang diberikan kepada Isbank dan Ziraat Bank dari tiga bulan menjadi enam bulan, dengan alasan mempertimbangkan struktur portofolio dana yang akan dilikuidasi serta perkembangan pasar. Pihak SPK tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sejumlah Eksekutif Ditahan
Pada hari Sabtu, Kementerian Kehakiman Turki menyatakan, Ketua Pusula Holding, Serdar Turhan, Ketua Tera Yatirim Holding, Emre Tezmen, serta tiga pengelola dana telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan, melengkapi empat tersangka yang sebelumnya telah ditangkap. Reuters tidak dapat menghubungi Turhan maupun Tezmen untuk dimintai komentar.
Pada hari Minggu, kementerian tersebut mengungkapkan adanya temuan transfer dana sebesar US$ 15 juta dari rekening Turhan ke sebuah rekening di Swiss. Serta transfer lain sebesar US$ 25 juta dari rekening milik Muhammed Yariz—seorang eksekutif lain di Pusula Portfoy Yonetim yang berafiliasi dengan Pusula Holding. Reuters tidak dapat menghubungi Yariz untuk dimintai komentar.
Kementerian menambahkan bahwa Nihat Kirmizi, ketua perusahaan Doga Sigorta, juga turut ditahan sebagai bagian dari penyelidikan tersebut.
Baca Juga: Manipulasi Saham, Pengawas Pasar Modal Turki Pidanakan 38 Orang














