kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.055   -22,00   -0,12%
  • IDX 5.715   -124,74   -2,14%
  • KOMPAS100 757   -14,98   -1,94%
  • LQ45 571   -10,37   -1,78%
  • ISSI 200   -3,51   -1,73%
  • IDX30 323   -5,74   -1,75%
  • IDXHIDIV20 399   -7,98   -1,96%
  • IDX80 86   -1,52   -1,74%
  • IDXV30 108   -3,22   -2,90%
  • IDXQ30 104   -1,73   -1,63%

Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Won Korea Merosot ke Level 2009


Jumat, 05 Juni 2026 / 09:35 WIB
Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Won Korea Merosot ke Level 2009
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah - dolar as (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Melansir Reuters berdasarkan data pasar pukul 02.07 GMT, rupiah berada di level Rp 18.040 per dolar AS, melemah dari posisi sehari sebelumnya di Rp 18.020 per dolar AS.

Baca Juga: Saham AIA, HSBC dan Standard Chartered Jatuh Setelah China Perketat Kontrol Modal

Pelemahan tersebut menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia sepanjang tahun ini.

Sejak awal 2026, rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,59% terhadap dolar AS. Angka tersebut menjadi pelemahan terdalam di antara mata uang utama Asia yang dipantau Reuters.

Selain rupiah, won Korea Selatan juga mengalami tekanan besar. Mata uang Korea Selatan berada di level 1.548,2 won per dolar AS, turun 1,05% dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga: Jepang Siapkan Hingga 14 Reaktor Nuklir Baru untuk Penuhi Lonjakan Kebutuhan Listrik

Posisi tersebut merupakan level terlemah won sejak krisis keuangan global 2009.

Secara year-to-date, won Korea Selatan telah melemah sekitar 7,02% terhadap dolar AS.

Penguatan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir didorong oleh meningkatnya ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah, tingginya harga energi, dan ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di kawasan Asia Tenggara, mata uang lain juga bergerak melemah.

Baht Thailand turun ke 32,67 per dolar AS dan telah melemah 3,73% sepanjang tahun ini. Peso Filipina berada di level 61,534 per dolar AS dengan depresiasi tahunan sebesar 4,44%.

Rupee India tercatat di level 95,785 per dolar AS dan telah melemah sekitar 6,18% sejak awal tahun.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah Jumat (5/6) Pagi, Saham Tambang dan Energi Jadi Beban Utama

Sementara itu, dolar Singapura relatif stabil di level 1,285 per dolar AS dan menjadi salah satu mata uang paling tangguh di kawasan dengan perubahan hanya sekitar 0,05% sepanjang 2026.

Ringgit Malaysia justru masih mencatat penguatan sekitar 0,65% terhadap dolar AS sejak awal tahun, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di Asia.

Di Asia Timur, yuan China berada di level 6,776 per dolar AS. Mata uang China tersebut masih menguat sekitar 3,13% dibandingkan posisi akhir 2025, menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan sebagian besar mata uang regional lainnya.

Sementara itu, yen Jepang diperdagangkan di kisaran 159,93 per dolar AS atau melemah sekitar 2,05% sepanjang tahun ini.

Pelemahan yen terus menjadi perhatian pemerintah Jepang yang berulang kali memperingatkan kemungkinan intervensi apabila volatilitas pasar dinilai berlebihan.

Baca Juga: Jepang Kembali Ancam Intervensi Saat Yen Bertahan di Level Kritis 160 per Dolar

Secara keseluruhan, penguatan dolar AS masih menjadi tema utama pasar keuangan global pada 2026.

Mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tekanan akibat kombinasi ketidakpastian geopolitik, arus modal yang mengalir ke aset aman, serta prospek suku bunga AS yang tetap tinggi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×