kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sebulan, Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong


Rabu, 05 Agustus 2026 / 19:06 WIB
Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sebulan, Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
ILUSTRASI. Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Rabu (5/8/2026), mencapai level tertinggi dalam satu bulan. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Rabu (5/8/2026), mencapai level tertinggi dalam satu bulan.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi, sementara pelaku pasar menanti data ketenagakerjaan AS sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Reuters, harga emas spot naik 2,3% menjadi US$4.168,34 per ons pada pukul 11.13 GMT (18:13 WIB). Posisi tersebut merupakan level tertinggi sejak 7 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 1,8% menjadi US$4.227,40 per ons.

Sentimen positif datang setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya menggelar "diskusi yang sangat baik" dengan Iran dalam perundingan yang berlangsung sepanjang hari pada Selasa (4/8/2026). Pernyataan tersebut memicu ekspektasi bahwa konflik yang telah berlangsung selama lima bulan akan segera berakhir.

Analis pasar dari platform perdagangan Nemo.money, Jamie Dutta, mengatakan meningkatnya peluang tercapainya gencatan senjata di kawasan Teluk menjadi faktor utama yang mendorong harga emas.

Baca Juga: Paus Leo Akan Kunjungi Uruguay, Argentina dan Peru, November Mendatang

"Ada semakin banyak tanda menuju kesepakatan gencatan senjata di kawasan Teluk, yang berarti imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak lebih rendah karena kekhawatiran terhadap inflasi mereda. Kondisi ini membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik," ujar Dutta.

Selain itu, dolar AS masih berada dalam tekanan sehingga logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam sepekan.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga berada di level tinggi karena tidak memberikan imbal hasil berupa bunga.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sebesar 57%, turun dari 67% sehari sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeff Schmid, pada Selasa (4/8) menegaskan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih diperlukan untuk mengembalikan inflasi yang "terlalu tinggi" menuju target bank sentral sebesar 2%.

Ekonom iklim dan komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, memperkirakan kekhawatiran pasar terhadap kredibilitas The Fed akan berkurang seiring kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Uni Eropa akan Salurkan US$1,6 Miliar dari Aset Rusia yang Dibekukan untuk Ukraina

"Kekhawatiran mengenai kredibilitas The Fed kemungkinan akan mereda seiring bank sentral menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut akan menyebabkan harga emas turun dan bertahan di bawah US$4.000 per ons sebelum akhir tahun ini," kata Hussain.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan ADP yang dijadwalkan dirilis pada pukul 12.15 GMT, serta laporan nonfarm payrolls (NFP) periode Juli yang akan diumumkan pada Jumat (7/8). Kedua data tersebut diperkirakan menjadi acuan penting bagi pasar dalam menilai prospek kebijakan moneter The Fed.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan. Harga perak spot melonjak 3,3% menjadi US$61,50 per ons, level tertinggi sejak 7 Juli.

Sementara itu, harga platinum naik 1% menjadi US$1.752,20 per ons setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni. Adapun harga palladium menguat 1,5% menjadi US$1.373,35 per ons setelah mencapai posisi tertinggi dalam dua bulan terakhir.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×