Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas naik tipis pada Senin (5/10/2026) karena investor menurunkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga bulan ini, meskipun dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury membatasi kenaikan tersebut.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 4.152,19 per ons pada pukul 09.26 pagi waktu EDT (13.26 GMT). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,4% menjadi US$ 4.180,30.
"Dalam beberapa hari terakhir, data ekonomi yang kita lihat dari AS sebagian besar mengecewakan ekspektasi, dan hal itu menyebabkan berkurangnya spekulasi mengenai kenaikan suku bunga," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com.
Baca Juga: AS Uji Teknologi Antidrone di Perbatasan Meksiko, Belajar dari Perang Ukraina
Ekspektasi bahwa The Fed akan memperketat kebijakan bulan ini mereda setelah pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih dari perkiraan pada bulan September, dan angka nonfarm payrolls untuk dua bulan sebelumnya direvisi turun, menurut data yang dirilis pada hari Jumat.
Para pedagang memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 22% pada bulan Oktober, dibandingkan dengan sekitar 70% pada minggu lalu. Namun, mereka masih memperhitungkan peluang kenaikan sebesar 84% pada bulan Desember, menurut CME FedWatch Tool.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat menghambat investasi pada emas yang tidak memberikan imbal hasil (bunga), meskipun emas juga dapat digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil Seiring Naiknya Ekspor Timur Tengah & Rencana G7 Melepas Cadangan
"Menurut saya, ada risiko harga emas akan turun dalam jangka pendek sebelum pembeli masuk secara signifikan, dan hal ini terutama disebabkan oleh penguatan nilai dolar," tambah Razaqzada.
Indeks dolar AS yang naik membuat logam berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun berada di level tinggi yang mendekati rekor tertinggi dalam dua dekade.
Para investor tengah menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September yang akan dirilis akhir pekan ini; dokumen tersebut dapat membantu menentukan arah kebijakan moneter bank sentral di masa mendatang setelah kenaikan suku bunga bulan lalu—yang merupakan langkah pertama dalam tiga tahun terakhir.
Perusahaan konsultan logam mulia Metals Focus memperkirakan harga emas akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun 2027 seiring langkah investor mencari alternatif selain aset tradisional berdenominasi dolar, serta memprediksi harga rata-rata logam tersebut akan mencapai US$5.330 per ons pada tahun depan.














