kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.047   -30,00   -0,17%
  • IDX 5.718   -121,56   -2,08%
  • KOMPAS100 755   -16,48   -2,14%
  • LQ45 568   -12,96   -2,23%
  • ISSI 200   -3,01   -1,48%
  • IDX30 321   -7,65   -2,33%
  • IDXHIDIV20 396   -10,29   -2,53%
  • IDX80 85   -1,85   -2,12%
  • IDXV30 108   -3,38   -3,04%
  • IDXQ30 104   -2,40   -2,26%

Jepang Kembali Ancam Intervensi Saat Yen Bertahan di Level Kritis 160 per Dolar


Jumat, 05 Juni 2026 / 09:08 WIB
Jepang Kembali Ancam Intervensi Saat Yen Bertahan di Level Kritis 160 per Dolar
ILUSTRASI. Forex - Yen Jepang, Dolar AS, Pound (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jepang kembali memperingatkan pasar bahwa mereka siap mengambil tindakan tegas untuk menghadapi pelemahan yen yang berlebihan.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika nilai tukar yen masih bertahan di sekitar level psikologis 160 per dolar Amerika Serikat (AS), yang dianggap sebagai batas kritis oleh pelaku pasar.

Baca Juga: Bursa Asia Rontok Jumat (5/6), Reli AI Kehabisan Tenaga dan Konflik Timur Tengah

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan, pemerintah akan merespons secara tepat kapan pun diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing.

"Di pasar valuta asing, kami akan merespons secara tepat setiap saat apabila diperlukan," ujar Katayama dalam sidang parlemen Jepang pada Jumat (5/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah spekulasi pasar mengenai kemungkinan intervensi baru dari pemerintah Jepang untuk menopang yen yang terus tertekan terhadap dolar AS.

Menurut Katayama, meskipun nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor, aktivitas spekulatif menjadi salah satu penyebab utama volatilitas berlebihan sejak pecahnya konflik Timur Tengah pada Februari lalu.

Ia juga menegaskan bahwa Jepang dan AS terus berkoordinasi erat dalam memantau perkembangan pasar keuangan global.

"Jepang memiliki hak untuk mengambil tindakan tegas terhadap pergerakan yang terlalu bergejolak," katanya, merujuk pada kesepakatan bersama Jepang dan AS yang ditandatangani tahun lalu.

Baca Juga: Bank Sentral China (PBOC) Akhiri Jeda 2 Hari, Gelontorkan 215 Miliar Yuan ke Pasar

Pada perdagangan Jumat, yen berada di level 160,015 per dolar AS setelah sempat menyentuh level 160 pada Rabu. Ini merupakan pertama kalinya sejak 30 April yen kembali mencapai level tersebut.

Bagi pelaku pasar, level 160 per dolar dianggap sebagai garis batas yang dapat memicu intervensi langsung pemerintah Jepang di pasar valuta asing.

Dalam sidang parlemen yang sama, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, cara terbaik menjaga nilai yen dalam jangka panjang adalah meningkatkan daya saing ekonomi Jepang melalui investasi di sektor-sektor pertumbuhan.

Menurut Takaichi, penguatan fundamental ekonomi akan memberikan dukungan yang lebih berkelanjutan bagi mata uang Jepang dibandingkan intervensi pasar semata.

Baca Juga: Inflasi Filipina Melandai Jadi 6,8% pada Mei 2026, Lebih Rendah dari Perkiraan

Cadangan Devisa Turun Rekor

Data resmi yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan cadangan devisa negara tersebut turun US$ 77,1 miliar atau 5,6% secara bulanan menjadi US$ 1,306 triliun pada Mei.

Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dan terjadi setelah Jepang kembali melakukan intervensi besar-besaran untuk menahan pelemahan yen pada akhir April.

Aset surat berharga luar negeri menjadi penyumbang utama penurunan cadangan devisa. Nilainya turun US$ 75,6 miliar menjadi US$ 931,7 miliar.

Baca Juga: Yen Sentuh Level Kritis 160 per Dolar Jumat (5/6), Pasar Waspadai Intervensi Jepang

Ekonom senior NLI Research Institute Tsuyoshi Ueno menilai, penurunan tersebut mengindikasikan bahwa Jepang kemungkinan menjual obligasi pemerintah AS untuk membiayai intervensi pasar valuta asing.

"Kelihatannya obligasi pemerintah AS dijual untuk mendanai intervensi pasar. Tokyo telah menunjukkan kesediaannya menjual Treasury AS untuk membiayai operasi semacam itu," ujarnya.

Pada September tahun lalu, Jepang dan AS menyepakati bahwa nilai tukar sebaiknya ditentukan oleh mekanisme pasar. Namun kedua negara juga sepakat bahwa intervensi dapat dilakukan untuk meredam volatilitas yang berlebihan.

Dengan yen yang kembali mendekati level terlemahnya dalam beberapa dekade, pelaku pasar kini menunggu apakah pemerintah Jepang benar-benar akan kembali turun tangan atau membiarkan tekanan pasar terus berlangsung.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×