kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.844   4,00   0,02%
  • IDX 8.344   62,87   0,76%
  • KOMPAS100 1.173   9,82   0,84%
  • LQ45 847   9,30   1,11%
  • ISSI 297   2,72   0,92%
  • IDX30 446   4,56   1,03%
  • IDXHIDIV20 535   5,83   1,10%
  • IDX80 131   1,12   0,86%
  • IDXV30 145   1,85   1,30%
  • IDXQ30 144   1,56   1,10%

Yen Tertekan Usai Laporan Takaichi, Dolar Australia Menguat karena Inflasi


Rabu, 25 Februari 2026 / 09:06 WIB
Yen Tertekan Usai Laporan Takaichi, Dolar Australia Menguat karena Inflasi
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Yen Jepang bertahan dekat level terendah dua pekan pada Rabu (25/2/2026) setelah laporan media menyebut Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan keberatan terhadap kenaikan suku bunga lanjutan kepada Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda.

Yen sempat melemah 0,8% semalam hingga 156,28 per dolar AS dan terakhir berada di sekitar 155,88.

Laporan harian Mainichi menyebut Takaichi mengutarakan kekhawatiran soal tambahan kenaikan suku bunga dalam pertemuan pekan lalu, memicu spekulasi adanya gesekan kebijakan antara pemerintah dan bank sentral.

Baca Juga: Harga Minyak Bertahan Dekat Level Tertinggi Tujuh Bulan Jelang Perundingan AS-Iran

Analis menilai jika laporan itu benar, hal tersebut bisa menghambat rencana BOJ untuk menaikkan suku bunga secara bertahap dan menambah kekhawatiran pasar terhadap pelemahan yen.

Bob Savage dari BNY mengatakan sikap Takaichi yang lebih keras dari perkiraan mengejutkan pasar dan berpotensi tidak ramah bagi nilai tukar.

Namun ia menambahkan bahwa intervensi bersama dengan AS kemungkinan akan menjadi penghalang jika yen mendekati level 160 per dolar.

Aussie Menguat, Yuan Perkasa

Di sisi lain, dolar Australia melonjak 0,3% ke US$0,7074 setelah data inflasi yang lebih kuat meningkatkan risiko kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia.

Euro stabil di US$1,1776, sementara poundsterling berada di US$1,35.

Baca Juga: Harga Emas Stabil US$5.146 Rabu (25/2) Pagi, Penguatan Dolar Tahan Kenaikan

Yuan China terus menguat setelah mencatat kenaikan harian terbesar dalam sembilan bulan pada Selasa.

Mata uang tersebut telah menguat hampir 7% dalam sepuluh bulan terakhir dan menyentuh 6,8766 per dolar level tertinggi hampir tiga tahun sebelum diperdagangkan di sekitar 6,8778 di pasar offshore.

Penguatan yuan terjadi setelah Supreme Court of the United States membatalkan sejumlah tarif berat yang diberlakukan Presiden Donald Trump, yang menurut analis dapat menurunkan tarif efektif atas barang-barang China dan membuka ruang apresiasi lebih lanjut bagi yuan.

Analis di Goldman Sachs menilai fundamental penguatan yuan tetap kuat, didukung valuasi mata uang yang masih murah dan sektor ekspor yang tangguh.

Baca Juga: OCBC Proyeksikan Pendapatan 2026 Stabil, Laba Kuartal IV 2025 Naik 3%

Mereka juga melihat kecil kemungkinan Trump menambah tarif Section 301 terhadap produk China menjelang rencana kunjungannya ke China pada akhir Maret.

Pasar kini menantikan pidato kenegaraan Trump, yang berpotensi memberi petunjuk arah kebijakan ekonomi dan perdagangan AS selanjutnya.

Selanjutnya: Dampak Kebanyakan Es Teh, Kenapa Asam Lambung dan Ginjal Bisa Bermasalah?

Menarik Dibaca: Dampak Kebanyakan Es Teh, Kenapa Asam Lambung dan Ginjal Bisa Bermasalah?




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×