kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Dolar Australia Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, Data Inflasi Masih Campuran


Rabu, 07 Januari 2026 / 09:13 WIB
Dolar Australia Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, Data Inflasi Masih Campuran
ILUSTRASI. Dolar Australia (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar Australia menguat ke level tertinggi dalam 15 bulan pada Rabu (7/1/2026), didorong data inflasi yang beragam namun tetap menjaga peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat oleh Reserve Bank of Australia (RBA).

Penguatan ini juga membawa dolar Australia mencetak rekor tertinggi 12 tahun terhadap dolar Selandia Baru.

Data menunjukkan harga konsumen Australia tidak berubah pada November untuk bulan kedua berturut-turut, sementara laju inflasi tahunan melambat menjadi 3,4%, dari 3,8% pada Oktober yang sebelumnya memicu kekhawatiran.

Baca Juga: AS–Venezuela Sepakat Ekspor Minyak US$2 Miliar, Pasokan China Terancam

Namun demikian, ukuran inflasi inti (core inflation) justru naik 0,3% secara bulanan dan 3,2% secara tahunan, tetap berada di atas target inflasi RBA di kisaran 2%–3%.

Kondisi tersebut membuat perhatian pasar kini tertuju pada laporan inflasi kuartal IV yang akan dirilis akhir bulan ini. Banyak analis memperkirakan kenaikan inflasi inti sebesar 0,9% atau lebih dapat mendorong RBA menaikkan suku bunga pada rapat Februari.

Sebelumnya, RBA telah memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga dari level 3,6% masih mungkin dilakukan jika inflasi tidak mereda sesuai harapan.

“Dengan kapasitas ekonomi yang makin terbatas dan pasar tenaga kerja yang tetap ketat, ada alasan kuat bagi RBA untuk kembali mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat,” ujar Marcel Thieliant, Kepala Ekonom Asia-Pasifik Capital Economics.

Baca Juga: Dolar Bergerak Terbatas Rabu (7/1) Pagi, Pelaku Pasar Menanti Data Ekonomi AS

Ia menambahkan, jika data inflasi kuartal IV mengonfirmasi inflasi inti melampaui proyeksi bank sentral, RBA berpotensi menaikkan suku bunga paling cepat bulan depan.

Pasar saat ini memperkirakan peluang 35% RBA menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 3 Februari, sementara kenaikan ke 3,85% hampir sepenuhnya diperkirakan terjadi pada Mei.

Sebaliknya, kontrak berjangka menunjukkan ekspektasi pemangkasan suku bunga setidaknya 50 basis poin oleh Federal Reserve AS sepanjang tahun ini. Perbedaan arah kebijakan moneter tersebut menopang penguatan dolar Australia.

Nilai tukar dolar Australia naik ke US$0,6748, tertinggi sejak Oktober 2024. Penembusan level resistensi di US$0,6727 membuka peluang kenaikan lanjutan ke target US$0,6793 hingga US$0,6943.

Baca Juga: Neymar Perpanjang Kontrak Bersama Santos hingga 2026, Bidik Kembali ke Piala Dunia

Aksi beli luas dari dana berbasis momentum juga mendorong dolar Australia ke level tertinggi 18 bulan terhadap yen Jepang di 105,52, serta tertinggi delapan bulan terhadap euro di 0,5764.

Terhadap dolar Selandia Baru, dolar Australia melonjak ke NZ$1,1651, tertinggi dalam 12 tahun, sementara dolar Selandia Baru tertahan di US$0,5782 terhadap dolar AS.

Di pasar obligasi, kontrak berjangka tenor tiga tahun relatif datar di 95,800, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun turun 3 basis poin ke 4,747%.

Selanjutnya: Update Kode Redeem FC Mobile Januari 2026, Cara Klaim dan Link Penukaran Resmi

Menarik Dibaca: Promo Alfamidi Ngartis Periode 1-15 Januari 2026, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1




TERBARU

[X]
×