kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Yen Menuju Kinerja Mingguan Terbaik dalam 15 Bulan Usai Kemenangan Takaichi


Jumat, 13 Februari 2026 / 08:49 WIB
Yen Menuju Kinerja Mingguan Terbaik dalam 15 Bulan Usai Kemenangan Takaichi
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Yen Jepang berada di jalur penguatan mingguan terbaik dalam hampir 15 bulan pada Jumat (13/2/2026), setelah kemenangan bersejarah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, meredakan kekhawatiran investor terhadap kesehatan fiskal negara tersebut.

Penguatan yen menjadi sorotan utama pasar valuta asing pekan ini, terutama karena pergerakannya berlawanan dengan ekspektasi awal yang memperkirakan pelemahan mata uang jika Takaichi meraih mandat kuat.

Baca Juga: Jepang Percepat Negosiasi dengan AS untuk Realisasi Paket Investasi US$550 Miliar

Yen terakhir diperdagangkan stabil di 152,86 per dolar AS, namun secara mingguan berpotensi menguat hampir 3%, kenaikan terbesar sejak November 2024.

Terhadap euro, yen berpeluang melonjak sekitar 2,3% dalam sepekan, kinerja terbaik dalam setahun. Sementara terhadap pound sterling, yen naik sekitar 2,8%, penguatan terbesar sejak Juli 2024.

Sentimen Positif Pasca Pemilu

Hirofumi Suzuki, kepala strategi FX di SMBC mengatakan, hasil pemilu dapat dipandang sebagai akhir dari ketidakstabilan politik yang berlangsung sejak Juli tahun lalu.

“Posisi short-yen kemungkinan telah dilepas. Masih ada ruang bagi yen untuk menguat lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga: Ringgit Perkasa ke Level Tertinggi 8 Tahun, Apa Pemicunya?

Sejak pemilu akhir pekan lalu, saham Jepang melonjak, sementara obligasi pemerintah Jepang (JGB) dan yen turut menguat, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal Takaichi yang dinilai lebih “bertanggung jawab.”

Drew Edwards dari GMO menyatakan, pemerintahan baru diperkirakan tetap disiplin secara fiskal meski meluncurkan kebijakan terarah untuk meredakan inflasi dan mendorong pertumbuhan.

Pasar Menanti Data Inflasi AS

Di pasar global, pergerakan mata uang cenderung terbatas menjelang rilis data inflasi AS yang dinilai krusial bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Euro relatif stabil di US$1,1869, sementara pound di US$1,3618. Dolar Australia melemah tipis 0,05% ke US$0,7088, namun masih mencatat kenaikan sekitar 1% sepanjang pekan, didukung sikap hawkish Reserve Bank of Australia.

Baca Juga: Harga Perak Tiba-Tiba Anjlok 10%, Ini Biang Keroknya

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama berada di 96,93 dan berpotensi mencatat penurunan mingguan sekitar 0,8%.

Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun lebih kecil dari perkiraan.

Sebelumnya, data tenaga kerja Januari menunjukkan pertumbuhan pekerjaan meningkat, meski sejumlah analis menilai detail laporan mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja tidak sekuat yang terlihat.

Blerina Uruci dari T. Rowe Price mengingatkan agar tidak “terlalu cepat merasa nyaman” dengan laporan tersebut, mengingat revisi data menunjukkan payroll negatif pada empat dari 12 bulan di 2025.

Pelaku pasar saat ini masih memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dengan pemotongan pertama diproyeksikan terjadi pada Juni.

Carol Kong dari Commonwealth Bank of Australia menilai, kecuali ada kejutan besar dari data inflasi, pasar kemungkinan tetap nyaman dengan proyeksi saat ini.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×