kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.942   -1,00   -0,01%
  • IDX 7.534   -176,38   -2,29%
  • KOMPAS100 1.049   -27,96   -2,60%
  • LQ45 771   -16,96   -2,15%
  • ISSI 265   -7,51   -2,75%
  • IDX30 411   -8,39   -2,00%
  • IDXHIDIV20 507   -8,77   -1,70%
  • IDX80 118   -3,08   -2,55%
  • IDXV30 136   -2,66   -1,91%
  • IDXQ30 133   -2,39   -1,77%

Kongres AS Minta Perusahaan Travel Ungkap Penggunaan AI untuk Penetapan Harga


Jumat, 06 Maret 2026 / 08:58 WIB
Kongres AS Minta Perusahaan Travel Ungkap Penggunaan AI untuk Penetapan Harga


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Komite Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat meminta sejumlah perusahaan perjalanan dan layanan digital mengungkap apakah mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menetapkan harga yang berbeda bagi tiap konsumen.

Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, pada Kamis (5/3/2026) mengirimkan surat kepada pimpinan lima perusahaan besar, termasuk Uber, Lyft, dan Expedia. Permintaan serupa juga disampaikan kepada Booking.com serta Instacart.

Baca Juga: Harga Emas Stabil Jumat (6/3), Cermati Dampak Perang Timur Tengah ke Ekonomi Global

Dalam surat tersebut, Comer menyampaikan kekhawatiran bahwa penggunaan algoritma berbasis data konsumen berpotensi membuka peluang bagi perusahaan untuk menaikkan harga secara tidak transparan.

Praktik ini dikenal sebagai surveillance pricing, yaitu strategi penetapan harga yang memanfaatkan data pribadi konsumen seperti riwayat pencarian, lokasi, hingga kebiasaan belanja untuk menentukan harga berbeda bagi setiap individu.

Menurut Comer, algoritma tersebut bahkan dapat menganalisis kondisi emosional konsumen, niat membeli, hingga batas maksimum harga yang bersedia dibayar seseorang.

“Hal ini dapat menciptakan peluang bagi perusahaan untuk memanfaatkan data pribadi konsumen demi meningkatkan margin keuntungan tanpa transparansi yang memadai,” tulis Comer dalam suratnya.

Baca Juga: Pendapatan Marvell Diproyeksikan Melonjak Berkat Boom AI, Saham Melonjak 15%

Ia juga menyoroti bahwa praktik penetapan harga berbasis algoritma kerap berlangsung dalam sistem tertutup atau “black box”, sehingga konsumen tidak mengetahui bagaimana data mereka digunakan untuk menentukan harga.

Comer meminta perusahaan menyerahkan berbagai dokumen terkait sistem algoritma pengelolaan pendapatan serta dampaknya terhadap keuangan perusahaan paling lambat 19 Maret.

Beberapa perusahaan yang disurati membantah menggunakan praktik tersebut.

Uber menyatakan tidak menerapkan surveillance pricing maupun personalisasi harga. Perusahaan menegaskan tarif ditentukan berdasarkan faktor seperti lokasi, waktu, dan tingkat permintaan, bukan karakteristik pribadi pengguna.

Baca Juga: Shell Teken Sejumlah Kesepakatan Minyak dan Gas dengan Venezuela

Sementara Expedia mengatakan tidak menaikkan harga berdasarkan data pengguna atau aktivitas mereka di platform.

Hal serupa disampaikan oleh Instacart yang menegaskan tidak pernah menggunakan data pribadi atau perilaku individu untuk menentukan harga produk.

Kekhawatiran terhadap praktik penetapan harga berbasis data juga muncul di tingkat negara bagian.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, pada Januari lalu mengumumkan penyelidikan luas terhadap penggunaan data pribadi untuk menentukan harga individual.

Pada November tahun lalu, puluhan anggota DPR AS dari Partai Demokrat juga meminta penjelasan dari maskapai Delta Air Lines terkait kemungkinan penggunaan AI generatif untuk membantu menentukan harga tiket.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah ke Level Terendah Hampir Sebulan pada Jumat (6/3/2026)

Para legislator khawatir maskapai dapat memanfaatkan data internet pengguna misalnya ketika seseorang mengunjungi situs rumah duka untuk mendeteksi kebutuhan perjalanan mendesak dan kemudian menaikkan harga tiket.

Namun Delta Air Lines membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak pernah menggunakan atau menguji sistem yang menargetkan konsumen dengan harga individual berdasarkan data pribadi.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×