kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.930   -13,00   -0,08%
  • IDX 7.573   -137,80   -1,79%
  • KOMPAS100 1.054   -22,56   -2,10%
  • LQ45 774   -13,56   -1,72%
  • ISSI 267   -5,74   -2,10%
  • IDX30 412   -6,59   -1,57%
  • IDXHIDIV20 509   -6,82   -1,32%
  • IDX80 119   -2,41   -1,99%
  • IDXV30 137   -1,70   -1,22%
  • IDXQ30 133   -1,86   -1,37%

Shell Teken Sejumlah Kesepakatan Minyak dan Gas dengan Venezuela


Jumat, 06 Maret 2026 / 08:39 WIB
Shell Teken Sejumlah Kesepakatan Minyak dan Gas dengan Venezuela


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perusahaan energi global Shell menandatangani sejumlah kesepakatan minyak dan gas dengan pemerintah Venezuela pada Kamis (5/3/2026).

Kesepakatan tersebut mencakup peluang eksplorasi gas alam lepas pantai serta pengembangan minyak dan gas di daratan.

Selain itu, Shell juga menandatangani beberapa perjanjian teknis dan komersial dengan perusahaan rekayasa Venezuela, VEPICA, serta perusahaan jasa energi KBR dan Baker Hughes.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah ke Level Terendah Hampir Sebulan pada Jumat (6/3/2026)

Kesepakatan ini terjadi setelah Menteri Dalam Negeri Amerika Serikat Doug Burgum bertemu dengan Presiden Venezuela Delcy Rodríguez di negara Amerika Selatan tersebut awal pekan ini.

Kunjungan Burgum menjadikannya pejabat kabinet kedua dari AS yang datang ke Venezuela sejak operasi AS pada Januari yang menangkap Presiden sebelumnya, Nicolás Maduro.

Shell sendiri telah lama mengembangkan proyek gas lepas pantai di Venezuela yang dikenal sebagai Dragon Gas Project.

Namun proyek ini sempat mengalami berbagai hambatan akibat perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Baca Juga: Dolar AS Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar dalam Setahun pada Jumat (6/3)

Pada Februari lalu, Shell menyatakan bahwa lisensi umum dari pemerintah AS untuk eksplorasi minyak dan gas di Venezuela memungkinkan perusahaan melanjutkan pengembangan proyek tersebut.

Kesepakatan terbaru antara Venezuela dan Shell membuka jalan bagi pengembangan proyek Dragon. Menteri Energi Trinidad and Tobago, Roodal Moonilal, mengatakan gas pertama dari proyek tersebut ditargetkan mulai diekspor ke Trinidad pada kuartal III 2027.

Shell dan Trinidad selama ini berupaya mengembangkan ladang gas Dragon untuk memasok bahan baku ke fasilitas LNG utama negara itu, yaitu Atlantic LNG. Fasilitas ini dimiliki oleh Shell, BP, serta perusahaan negara Trinidad, National Gas Company.

Menurut data LSEG, Atlantic LNG memproduksi sekitar 9 juta metrik ton gas alam cair pada tahun lalu, lebih rendah dari kapasitas terpasangnya sebesar 12 juta ton akibat keterbatasan pasokan gas.

Baca Juga: AS Tegaskan Tidak Perluas Target Militer di Iran di Tengah Operasi Epic Fury

Di sisi lain, Venezuela juga baru saja meloloskan reformasi besar di sektor minyak pada Januari.

Reformasi tersebut menurunkan pajak, memperluas kewenangan kementerian minyak, serta memberikan otonomi lebih besar kepada produsen swasta guna menarik investasi baru.

Media pemerintah Venezuela menyebut kesepakatan dengan Shell tersebut sebagai bukti bahwa negara itu tetap menjadi tujuan investasi yang aman dan menarik bagi investor asing.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×