Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) stabil pada awal perdagangan Asia, Jumat (6/3/2026), dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari setahun.
Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ketegangan setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Baca Juga: AS Tegaskan Tidak Perluas Target Militer di Iran di Tengah Operasi Epic Fury
Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi.
Euro dan yen masih berada di bawah tekanan. Lonjakan harga energi dinilai dapat memperburuk risiko inflasi sekaligus mengubah ekspektasi kebijakan moneter bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve.
Iran sebelumnya memperingatkan bahwa Washington akan “menyesal pahit” setelah sebuah kapal perang Iran ditenggelamkan dalam konflik tersebut.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan ia ingin terlibat dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya setelah serangan udara AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada tahap awal perang.
Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan, jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut dengan intensitas saat ini, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap ekonomi global.
“Konflik yang berkepanjangan kemungkinan akan memicu inflasi yang lebih tinggi secara berkelanjutan, memperkuat dolar AS, serta sangat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed,” tulis Sycamore dalam sebuah catatan riset.
Baca Juga: China Genjot Belanja Pertahanan 7%, Ancaman Taiwan Meningkat?
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun tipis 0,06% ke level 99,00 pada perdagangan Jumat (6/3/2026) pagi.
Meski begitu, indeks ini masih berada di jalur kenaikan sekitar 1,4% sepanjang pekan ini, yang akan menjadi kenaikan terbesar sejak November 2024.
Euro relatif stabil di level US$ 1,1612. Sementara yen Jepang menguat tipis 0,06% menjadi 157,5 per dolar AS. Pound sterling juga hampir tidak berubah, naik 0,04% ke level US$ 1,3361.
Konflik meningkat pada Kamis (5/3) ketika jet tempur AS dan Israel menyerang berbagai wilayah di Iran, sementara beberapa kota di kawasan Teluk kembali menjadi sasaran serangan balasan.
Dalam wawancara telepon dengan Reuters, Trump mengatakan Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Iran yang selama ini disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti ayahnya, kemungkinan bukan pilihan utama.
Baca Juga: Berkshire Hathaway Mulai Buyback Saham Lagi, CEO Greg Abel Ikut Borong Rp 245 Miliar













