kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Israel Gempur Gaza Dua Hari Berturut-turut, Klaim Belum Ada Gencatan Senjata


Minggu, 02 Agustus 2026 / 23:30 WIB
Israel Gempur Gaza Dua Hari Berturut-turut, Klaim Belum Ada Gencatan Senjata
ILUSTRASI. ISRAEL-PALESTINIANS/GAZA (REUTERS/Mahmoud Issa)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Serangan udara Israel di Jalur Gaza kembali berlanjut untuk hari kedua berturut-turut pada Minggu (2/8/2026), menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina.

Serangan ini terjadi di tengah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai adanya terobosan dalam upaya implementasi perjanjian gencatan senjata yang disepakati tahun lalu.

Baca Juga: Film Spider-Man: Brand New Day Raup US$ 355 Juta di Akhir Pekan Perdana

Menurut otoritas kesehatan Palestina, sejak Minggu dini hari pesawat tempur Israel menggempur sejumlah wilayah, termasuk Kota Gaza di bagian utara, Deir al-Balah di wilayah tengah, serta Khan Younis di selatan.

Rangkaian serangan tersebut menyebabkan jumlah korban jiwa harian tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Trump pada Kamis (31/7) menyatakan bahwa Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya telah sepakat untuk melucuti senjata. Pernyataan itu sempat memunculkan harapan baru terhadap kemungkinan berakhirnya konflik di Gaza.

Namun, Menteri Energi Israel Eli Cohen, yang juga merupakan anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menegaskan belum ada kesepakatan untuk menghentikan operasi militer Israel di Gaza.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Eropa: Dua Helikopter Bertabrakan di Yunani & Hungaria Tutup PLTN

Cohen mengatakan, pemerintah Israel memang akan memberikan kesempatan kepada Hamas untuk melucuti senjata, tetapi ia mengaku sangat skeptis hal itu akan terjadi.

"Kami sangat skeptis bahwa Hamas akan melucuti senjata," ujar Cohen kepada Radio Angkatan Darat Israel.

Ia menambahkan bahwa Israel masih memandang perlu mengambil kendali penuh atas Jalur Gaza apabila Hamas tetap menolak melucuti persenjataannya.

"Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, posisi kami jelas bahwa Hamas harus dibubarkan. Itu adalah syarat pertama yang harus dipenuhi," katanya.

Serangan menghantam rumah, apartemen, dan tenda pengungsian

Petugas medis Palestina menyebut sedikitnya empat orang tewas akibat serangan di Deir al-Balah. Serangan lain di kawasan Al-Mawasi, dekat Khan Younis, melukai lima orang dan membakar sejumlah tenda pengungsian.

Baca Juga: Harga Rumah Australia Turun Tajam pada Juli, Penurunan Terbesar Sejak Akhir 2022

Sepasang suami istri beserta anak mereka yang berusia sembilan tahun dilaporkan tewas setelah rumah mereka di Al-Mawasi dihantam serangan udara.

Di Kota Gaza, pasangan suami istri lainnya bersama seorang anak juga meninggal dunia akibat serangan terhadap sebuah apartemen. Dua korban lainnya tewas setelah serangan menghantam tenda di dekat kantor perwakilan Mesir.

Belakangan pada hari yang sama, dua warga kembali dilaporkan tewas akibat serangan di kawasan Zeitoun, Kota Gaza. Sementara itu, satu orang lainnya meninggal dalam serangan di dekat Jabalia, Gaza utara.

Militer Israel menyatakan, serangan terhadap apartemen di Deir al-Balah menargetkan dua komandan pasukan elite Hamas, Nukhba Force.

Militer juga menyebut serangan di Kota Gaza dan Jabalia menyasar sejumlah personel militer Hamas, meski hingga kini masih melakukan peninjauan terhadap hasil operasi tersebut.

Data otoritas kesehatan Gaza menunjukkan sedikitnya 1.230 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata dicapai pada Oktober tahun lalu. Hamas tidak mempublikasikan jumlah pejuangnya yang tewas.

Di pihak Israel, empat tentara dilaporkan gugur dalam periode yang sama.

Baca Juga: Konsensus Analis Memprediksi PMI Manufaktur Eropa Masih Ekspansi di Juli

Hamas minta Israel hentikan serangan

Di sisi lain, Board of Peace, badan yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, pada Jumat (1/8) menerbitkan peta jalan berisi 15 poin sebagai tahapan akhir implementasi perjanjian damai.

Hamas menegaskan Israel harus menghentikan seluruh serangan di Gaza dan menarik pasukannya sesuai ketentuan gencatan senjata sebelum kelompok tersebut bersedia menyerahkan persenjataannya kepada badan pemerintahan Palestina yang akan mengelola Gaza.

Pejabat senior Hamas Basem Naim mengatakan kelompoknya telah menunjukkan fleksibilitas dalam proses negosiasi. Namun, ia menuduh Israel justru meningkatkan serangan untuk menggagalkan peluang perdamaian.

"Eskalasi yang terjadi bersamaan dengan kemajuan jalur politik menunjukkan pemerintah pendudukan berupaya menggagalkan setiap usaha mengakhiri perang dan menciptakan fakta baru di lapangan melalui kekuatan militer," ujar Naim.

Baca Juga: Ekonomi China Melambat, PBOC Janji Jaga Likuiditas dan Sesuaikan Kebijakan

Sementara itu, mantan pejabat senior Fatah, Mohammed Dahlan, yang kini bermukim di Uni Emirat Arab, mengungkapkan melalui media sosial bahwa Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior Trump, menyampaikan kepadanya bahwa Amerika Serikat tengah berkoordinasi dengan Israel guna menghentikan serangan di Gaza.

Dahlan mengatakan komunikasi dengan pemerintah AS masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh isi kesepakatan dapat dijalankan.

Menurutnya, keberhasilan implementasi perjanjian tersebut kini bergantung pada kesediaan Israel menghentikan operasi militernya di Gaza.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Departemen Luar Negeri AS maupun pemerintah Israel terkait pernyataan Dahlan.




TERBARU

[X]
×