kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Kebakaran Hutan di Eropa: Dua Helikopter Bertabrakan di Yunani & Hungaria Tutup PLTN


Minggu, 02 Agustus 2026 / 21:58 WIB
Kebakaran Hutan di Eropa: Dua Helikopter Bertabrakan di Yunani & Hungaria Tutup PLTN
ILUSTRASI. Kebakaran Hutan Melanda Eropa (REUTERS/Louisa Gouliamaki)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gelombang kebakaran hutan yang melanda sejumlah negara Eropa terus meluas di tengah musim panas yang diwarnai suhu ekstrem dan minimnya curah hujan.

Di Yunani, dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan saat menjalankan misi pemadaman api, sementara Hungaria terpaksa menghentikan operasional satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) akibat surutnya permukaan Sungai Danube.

Baca Juga: Harga Rumah Australia Turun Tajam pada Juli, Penurunan Terbesar Sejak Akhir 2022

Berdasarkan laporan Reuters, kebakaran besar di Yunani telah menghancurkan lebih dari 100 rumah di wilayah barat laut Athena.

Kebakaran baru juga memaksa evakuasi warga di Pulau Kefalonia yang menjadi salah satu destinasi wisata populer.

Otoritas pemadam kebakaran Yunani menyatakan dua helikopter bertabrakan ketika melakukan operasi pemadaman di kawasan Psatha, Attica, di sebelah barat Athena.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kedua helikopter terbang berdekatan pada ketinggian rendah sebelum baling-baling utama helikopter yang berada di bawah menghantam bagian bawah helikopter lainnya.

Salah satu helikopter kemudian jatuh dan terbakar, sedangkan helikopter lainnya menjatuhkan muatan air sebelum meninggalkan lokasi. Reuters belum dapat memverifikasi keaslian rekaman tersebut.

Pemerintah Yunani menyebut kru salah satu helikopter telah ditemukan dalam kondisi selamat dan sedang dievakuasi.

Sementara itu, helikopter kedua telah ditemukan dan operasi pencarian serta penyelamatan terhadap awaknya masih berlangsung.

Baca Juga: Konsensus Analis Memprediksi PMI Manufaktur Eropa Masih Ekspansi di Juli

Kebakaran Mengancam Permukiman

Angin kencang yang sebelumnya memperparah kebakaran di sekitar Porto Germeno, sekitar 60 kilometer di barat laut Athena, mulai mereda.

Namun api telah melintasi pegunungan menuju wilayah Veniza dan mencapai area latihan militer sehingga memicu ledakan amunisi yang belum meledak.

Petugas pemadam kini memusatkan upaya untuk mencegah api menjalar ke Kota Megara yang dihuni sekitar 30.000 penduduk.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan, kondisi cuaca ekstrem membuat penanganan kebakaran menjadi sangat sulit.

"Ada saat-saat ketika kekuatan alam dan intensitas kondisi cuaca melampaui seluruh perencanaan manusia serta kemampuan operasional yang ada," ujarnya.

Pemerintah Yunani juga mengeluarkan peringatan darurat dan memerintahkan evakuasi di sejumlah permukiman di Attica bagian barat, termasuk kawasan industri dekat Megara.

Di Desa Agios Konstantinos, warga ikut berupaya memadamkan api agar tidak menyebar ke permukiman.

Media lokal Protothema melaporkan lebih dari 10.000 hektare lahan diperkirakan telah terbakar akibat kebakaran tersebut.

Baca Juga: OPEC+ Naikkan Produksi Minyak September, Rampungkan Penghapusan Pemangkasan Sukarela

Prancis dan Spanyol Mulai Terkendali

Sementara itu, kondisi kebakaran hutan di Prancis dan Spanyol mulai menunjukkan perbaikan.

Di Prancis, otoritas melaporkan kebakaran di wilayah Gironde dan Var tidak lagi meluas. Hanya terdapat beberapa titik api kecil yang masih menyala.

Di Spanyol, sebagian besar kebakaran yang menghanguskan puluhan ribu hektare lahan selama sepekan terakhir juga berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih menangani kemunculan kembali titik-titik api di sejumlah lokasi.

Di Provinsi Caceres, sekitar 800 warga yang sebelumnya dievakuasi akibat kebakaran hutan telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing, meski masih diminta tetap berada di dalam rumah karena api belum sepenuhnya padam.

Baca Juga: Krisis Kepemimpinan FIFA Memanas, Liga Eropa Soroti Langkah Sepihak Infantino

Kekeringan Paksa Hungaria Tutup PLTN

Selain kebakaran, sejumlah negara Eropa juga menghadapi dampak kekeringan yang menyebabkan permukaan sungai-sungai utama terus menyusut.

Di Hungaria, surutnya permukaan Sungai Danube memaksa pemerintah menghentikan operasional satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade.

Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar mengatakan, negaranya menghadapi lima hari yang sangat krusial, terutama karena gelombang panas baru diperkirakan segera datang.

Kondisi kekeringan juga mengganggu aktivitas pelayaran dan pariwisata serta memaksa lebih dari 100 kota dan desa memberlakukan pembatasan penggunaan air.

Baca Juga: Arsenal Siapkan Rekrutan Baru, Arteta Tegaskan Ambisi Pertahankan Gelar Liga Inggris

Di Serbia, permukaan Sungai Danube turun ke level terendah sejak 1985. Kondisi tersebut membuat produksi harian pembangkit listrik tenaga air terbesar di negara itu menyusut hingga hanya sekitar 20% dari kapasitas normal.

Para ilmuwan menyebut meningkatnya frekuensi gelombang panas dan kebakaran hutan di Eropa berkaitan dengan perubahan iklim yang memperburuk kondisi cuaca ekstrem.




TERBARU

[X]
×