kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak September, Rampungkan Penghapusan Pemangkasan Sukarela


Minggu, 02 Agustus 2026 / 21:21 WIB
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak September, Rampungkan Penghapusan Pemangkasan Sukarela
ILUSTRASI. Produksi Minyak OPEC+ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kelompok produsen minyak OPEC+ menyepakati kenaikan kuota produksi minyak sekitar 188.000 barel per hari (bph) mulai September 2026.

Keputusan tersebut menandai rampungnya penghapusan bertahap (rollback) pemangkasan produksi sukarela yang mulai diberlakukan sejak 2023.

Baca Juga: Ekonomi China Melambat, PBOC Janji Jaga Likuiditas dan Sesuaikan Kebijakan

Dalam pernyataannya pada Minggu (2/8/2026), OPEC+ menyebut kenaikan produksi September disepakati oleh tujuh negara inti, yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman.

Kenaikan produksi tersebut melengkapi proses pemulihan pasokan dari pemangkasan sukarela sebesar 1,65 juta barel per hari yang disepakati pada 2023.

Saat kesepakatan itu dibuat, Uni Emirat Arab (UEA) masih menjadi bagian dari kelompok tersebut sebelum keluar dari OPEC pada Mei lalu.

Meski sepanjang tahun ini OPEC+ secara bertahap menaikkan target produksi setiap bulan, dampaknya terhadap pasar minyak global masih terbatas.

Gangguan ekspor akibat konflik di Iran dan Ukraina yang memengaruhi kawasan Teluk, Rusia, dan Kazakhstan membuat tambahan pasokan tersebut sebagian besar hanya terjadi di atas kertas.

Baca Juga: Krisis Kepemimpinan FIFA Memanas, Liga Eropa Soroti Langkah Sepihak Infantino

Sebelum pertemuan berlangsung, sejumlah sumber OPEC+ mengatakan kelompok itu kemungkinan akan menghentikan sementara kenaikan produksi pada kuartal IV-2026.

Namun, pernyataan resmi OPEC+ tidak menyinggung rencana kebijakan produksi untuk tiga bulan terakhir tahun ini.

Analis Rystad Energy Jorge Leon menilai, penghentian sementara kenaikan produksi pada kuartal IV masih menjadi skenario yang paling mungkin.

"OPEC+ telah menyelesaikan penghapusan pemangkasan produksi sukarela. Tantangan berikutnya adalah mengelola potensi kelebihan pasokan ketika arus ekspor kembali normal," ujarnya.

Menurut Leon, setelah menyelesaikan pemulihan produksi, OPEC+ tidak memiliki alasan kuat untuk kembali mengubah pasokan dalam waktu dekat.

"Kami memperkirakan OPEC+ akan menghentikan sementara penyesuaian produksi pada kuartal IV sembari mempersiapkan negosiasi kuota produksi untuk 2027," tambahnya.

Baca Juga: Holcim Lepas 68% Saham Bisnis di Filipina kepada Huaxin China Senilai US$527 Juta

Di hari yang sama, Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC) OPEC+ juga menggelar pertemuan dan kembali menyampaikan keprihatinan atas serangan terhadap infrastruktur energi selama konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Komite tersebut menilai kerusakan pada fasilitas energi membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama untuk diperbaiki sehingga berpotensi mengganggu pasokan minyak global.

Meski telah merampungkan penghapusan pemangkasan sukarela, OPEC+ masih mempertahankan lapisan pemangkasan produksi lain sekitar 2 juta barel per hari yang diberlakukan sejak 2022. Kebijakan tersebut dijadwalkan tetap berlaku hingga akhir 2026.

Di sisi lain, OPEC+ juga tengah melakukan kajian terhadap kapasitas produksi masing-masing negara anggota yang akan menjadi dasar penetapan kuota produksi baru pada 2027.

Proses tersebut diperkirakan tidak mudah karena sejumlah anggota, termasuk Irak, mendorong kenaikan kuota produksi yang mencerminkan kapasitas produksi mereka yang lebih besar.

Baca Juga: Arsenal Siapkan Rekrutan Baru, Arteta Tegaskan Ambisi Pertahankan Gelar Liga Inggris

OPEC+ saat ini beranggotakan 21 negara yang terdiri dari negara-negara anggota OPEC bersama Rusia dan sejumlah negara sekutunya.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir hanya tujuh negara inti yang secara rutin mengatur kebijakan produksi bulanan.

Pertemuan berikutnya ketujuh negara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×