kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Ekonomi China Melambat, PBOC Janji Jaga Likuiditas dan Sesuaikan Kebijakan


Minggu, 02 Agustus 2026 / 16:33 WIB
Ekonomi China Melambat, PBOC Janji Jaga Likuiditas dan Sesuaikan Kebijakan
ILUSTRASI. China (REUTERS/Florence Lo)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank sentral China atau People's Bank of China (PBOC) menegaskan akan menyesuaikan instrumen kebijakan moneter secara tepat waktu serta memfasilitasi penerbitan panda bond guna menopang perekonomian yang tengah melambat.

Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (2/8/2026), PBOC menyatakan akan tetap menerapkan kebijakan moneter yang longgar (appropriately loose) serta menjaga likuiditas tetap memadai.

Baca Juga: OPEC+ Diperkirakan Tambah Kuota Produksi 188.000 Barel per Hari Mulai September 2026

Pernyataan tersebut merupakan hasil rapat kerja yang dipimpin Gubernur PBOC Pan Gongsheng pada Sabtu (1/8) untuk menyusun arah kebijakan pada paruh kedua 2026.

PBOC juga berkomitmen untuk terus mendorong keterbukaan sektor keuangan.

Bank sentral China akan "secara bertahap mendorong pembukaan pasar keuangan yang lebih luas, memperkuat kerja sama infrastruktur keuangan domestik dan internasional, serta memperkaya instrumen pengelolaan likuiditas dan lindung nilai risiko," demikian isi pernyataan tersebut.

Selain itu, PBOC menyatakan akan terus mendukung penyelesaian risiko utang kendaraan pembiayaan pemerintah daerah (local government financing vehicles/LGFV) sekaligus mendorong transformasi model bisnisnya agar lebih berorientasi pasar.

Baca Juga: Krisis Kepemimpinan FIFA Memanas, Liga Eropa Soroti Langkah Sepihak Infantino

Dorong panda bond dan peran Hong Kong

Sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan yuan di pasar internasional, PBOC juga akan mendukung lebih banyak lembaga asing menerbitkan obligasi berdenominasi yuan atau panda bond.

Bank sentral juga berkomitmen membantu Shanghai memperkuat layanan keuangan lintas negara dan jasa keuangan lepas pantai (offshore), sekaligus memperkokoh posisi Hong Kong sebagai pusat utama transaksi yuan di luar daratan China.

Baca Juga: Holcim Lepas 68% Saham Bisnis di Filipina kepada Huaxin China Senilai US$527 Juta

Respons perlambatan ekonomi

Langkah PBOC diambil setelah Politbiro Partai Komunis China pada Kamis (31/7) menyerukan percepatan belanja fiskal untuk proyek-proyek infrastruktur yang telah dianggarkan pada sisa tahun ini.

Seruan tersebut muncul setelah data ekonomi menunjukkan produk domestik bruto (PDB) China hanya tumbuh 4,3% pada kuartal II-2026, laju paling lambat dalam lebih dari tiga tahun.

Angka tersebut juga berada di bawah batas bawah target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun ini yang dipatok di kisaran 4,5% hingga 5,0%.

Baca Juga: Arsenal Siapkan Rekrutan Baru, Arteta Tegaskan Ambisi Pertahankan Gelar Liga Inggris

Dalam pertemuan tersebut, Politbiro mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang membayangi perekonomian China.

Melalui ringkasan hasil rapat yang dikutip kantor berita Xinhua, pemerintah menegaskan perlunya mempercepat realisasi belanja fiskal sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan sifat antisipatif kebijakan moneter untuk menopang pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.




TERBARU

[X]
×