Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aliansi negara-negara pengekspor minyak OPEC+ diperkirakan akan menyetujui kenaikan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari (bph) mulai September 2026. Keputusan tersebut disebut akan menjadi kenaikan terakhir sebelum kelompok itu menghentikan sementara penambahan produksi hingga akhir tahun.
Mengutip Reuters, Minggu (2/8), sejumlah sumber menyebutkan keputusan tersebut akan dibahas dalam pertemuan OPEC+ pada hari yang sama. Langkah ini sekaligus menandai rampungnya proses pengurangan bertahap terhadap pemangkasan produksi sukarela yang telah diterapkan sebelumnya.
Selama sebagian besar tahun ini, tujuh anggota inti OPEC+, yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, telah menaikkan kuota produksi minyak setiap bulan.
Namun, kenaikan tersebut sebagian besar masih bersifat administratif karena produksi riil dan ekspor tetap terganggu akibat perang di Iran dan Ukraina yang memengaruhi pasokan dari kawasan Teluk, Rusia, dan Kazakhstan.
Seorang delegasi OPEC+ dan satu sumber lain dari aliansi tersebut mengatakan bahwa setelah kenaikan kuota pada September, kelompok itu kemungkinan akan menghentikan sementara penambahan produksi hingga sisa tahun 2026.
Baca Juga: Holcim Lepas 68% Saham Bisnis di Filipina kepada Huaxin China Senilai US$527 Juta
Langkah tersebut diambil karena OPEC+ diperkirakan akan menghadapi pembahasan yang tidak mudah terkait penetapan kuota produksi baru bagi masing-masing negara anggota.
Kenaikan kuota pada September juga akan menyelesaikan proses pengembalian bertahap terhadap pemangkasan pasokan sebesar 1,65 juta barel per hari yang pertama kali disepakati pada 2023. Kesepakatan itu dibuat ketika Uni Emirat Arab masih menjadi anggota OPEC, sebelum negara tersebut keluar dari organisasi tersebut pada Mei lalu.
Di sisi lain, OPEC+ saat ini juga tengah melakukan peninjauan terhadap kapasitas produksi minyak masing-masing anggota. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai dasar penetapan baseline produksi untuk tahun 2027, yang nantinya menjadi acuan dalam menentukan kuota produksi setiap negara.
Dengan penghentian sementara kenaikan produksi setelah September, sekitar 2 juta barel per hari pemangkasan produksi OPEC+ yang telah berlaku sejak 2022 diperkirakan tetap dipertahankan hingga kelompok tersebut mencapai kesepakatan mengenai pembagian tambahan pasokan di antara para anggotanya.
Beberapa anggota OPEC+, termasuk Irak, diketahui mendorong agar memperoleh kuota produksi yang lebih besar. Mereka berpendapat kapasitas produksi minyak yang dimiliki saat ini telah meningkat sehingga layak mendapatkan alokasi kuota yang lebih tinggi.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
