CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ekonomi China Tumbuh 4,3% pada Kuartal II 2025, Lebih Rendah dari Perkiraan Pasar


Rabu, 15 Juli 2026 / 09:14 WIB
Ekonomi China Tumbuh 4,3% pada Kuartal II 2025, Lebih Rendah dari Perkiraan Pasar
ILUSTRASI. Ekonomi China (REUTERS/Go Nakamura)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi China melambat tajam pada kuartal II 2025.

Produk domestik bruto (PDB) negara tersebut hanya tumbuh 4,3% secara tahunan (year on year/YoY), lebih rendah dari ekspektasi pasar, di tengah lemahnya permintaan domestik dan dampak lonjakan harga minyak akibat konflik Iran.

Baca Juga: Harga Rumah Baru China Turun 0,1% pada Juni, Lebih Baik Dibanding Mei

Data yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS) China pada Rabu (15/7/2026) menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada periode April–Juni hanya mencapai 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,5%.

Capaian itu juga melambat dari pertumbuhan 5,0% yang dibukukan pada kuartal I 2025.

Secara tahunan, pertumbuhan kuartal II menjadi yang paling lambat sejak kuartal IV 2022, ketika perekonomian China masih terdampak pandemi Covid-19.

Sementara itu, secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), ekonomi China tumbuh 0,9% pada kuartal II, sesuai dengan ekspektasi analis.

Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 1,3% yang tercatat pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Usai Inflasi Melandai, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut

Perlambatan ini menunjukkan pemerintah China masih menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan sisi penawaran dan permintaan ekonomi.

Di satu sisi, produksi industri dan ekspor tetap kuat berkat tingginya permintaan terkait teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Namun di sisi lain, konsumsi rumah tangga dan investasi swasta masih lesu sehingga belum mampu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.




TERBARU

[X]
×