kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.074   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.051   11,46   0,19%
  • KOMPAS100 792   3,68   0,47%
  • LQ45 602   2,62   0,44%
  • ISSI 210   -0,34   -0,16%
  • IDX30 340   1,14   0,34%
  • IDXHIDIV20 423   1,30   0,31%
  • IDX80 90   0,35   0,39%
  • IDXV30 116   0,10   0,08%
  • IDXQ30 109   0,34   0,31%

Dolar AS Melemah Usai Inflasi Melandai, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut


Rabu, 15 Juli 2026 / 09:02 WIB
Dolar AS Melemah Usai Inflasi Melandai, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut
ILUSTRASI. Dolar AS (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Pelemahan tersebut terjadi setelah dolar sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.

Baca Juga: Bursa Asia Kompak Menghijau Rabu (15/7) Pagi, Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan

Melansir Reuters, terhadap yen Jepang, dolar AS turun 0,1% menjadi 162,08 yen. Sementara itu, euro dan pound sterling masing-masing menguat 0,1% ke level US$ 1,1433 dan US$ 1,3401.

Dolar Selandia Baru juga menguat ke US$ 0,5819, mendekati level tertinggi dalam satu bulan. Adapun dolar Australia stabil di posisi US$ 0,6983.

Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama lainnya, turun tipis ke level 100,81.

Pada sesi sebelumnya, indeks dolar melemah 0,35%, menjadi penurunan harian terbesar dalam hampir dua pekan setelah sebelumnya mencapai posisi tertinggi sejak 2 Juli.

Data menunjukkan inflasi konsumen AS melambat menjadi 3,5% secara tahunan pada Juni.

Baca Juga: Didier Deschamps Pamit dari Timnas Prancis, Warisan 14 Tahun Sulit Ditandingi

Sementara itu, indeks harga konsumen (CPI) secara bulanan turun 0,4%, menjadi penurunan pertama sejak April 2020 seiring melemahnya harga energi.

Data tersebut mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, terutama tenor dua tahun yang turun sekitar 9 basis poin dari level tertinggi dalam 16 bulan.

Strategis valuta asing OCBC Sim Moh Siong menilai, kejutan penurunan inflasi memberikan ruang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga saat ini lebih lama.

"Kejutan penurunan inflasi memberi ruang yang lebih besar bagi The Fed untuk tetap menahan suku bunga lebih lama," ujarnya.

Ia menambahkan, meski masih memperkirakan dolar AS akan menguat secara moderat hingga akhir tahun, penguatan dalam jangka pendek kemungkinan tetap terbatas jika tidak ada katalis baru.

Baca Juga: Unai Simon Pimpin Daftar Clean Sheet Piala Dunia 2026, Bidik Rekor Barthez

Berdasarkan kontrak berjangka Fed Funds di CME Group, peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Juli kini turun menjadi sekitar 16%, atau setengah dari perkiraan sebelum data inflasi dirilis.

Meski demikian, optimisme pasar sedikit tertahan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bank sentral tidak memiliki toleransi terhadap inflasi yang tetap tinggi.

Dalam kesaksiannya di hadapan House Financial Services Committee Warsh menegaskan akan menjalankan tugasnya menjaga stabilitas harga meskipun menghadapi tekanan dari Presiden Donald Trump.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor yang berpotensi memicu inflasi.

Baca Juga: Bursa Australia Sentuh Level Tertinggi Hampir Sebulan, Rio Tinto dan BHP Bersinar

Harga minyak kembali berada di level tertinggi dalam satu bulan setelah Trump memberlakukan kembali blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran.

Militer AS juga mengumumkan dimulainya gelombang baru serangan untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

Ekonom Commonwealth Bank of Australia (CBA), Samara Hammoud, mengingatkan satu bulan data inflasi yang lebih rendah belum cukup untuk menutup peluang kenaikan suku bunga.

Menurutnya, pelaku pasar kini akan mencermati data inflasi produsen (PPI) AS yang dijadwalkan dirilis kemudian hari sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×