kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.372   -17,22   -0,23%
  • KOMPAS100 1.024   -3,73   -0,36%
  • LQ45 753   0,65   0,09%
  • ISSI 259   -0,76   -0,29%
  • IDX30 400   1,22   0,31%
  • IDXHIDIV20 496   5,23   1,07%
  • IDX80 115   -0,30   -0,26%
  • IDXV30 134   1,07   0,80%
  • IDXQ30 129   0,47   0,37%

Goldman Sachs Tunda Prediksi Pemangkasan Suku Bunga The Fed ke September 2026


Kamis, 12 Maret 2026 / 14:02 WIB
Diperbarui Kamis, 12 Maret 2026 / 14:27 WIB
Goldman Sachs Tunda Prediksi Pemangkasan Suku Bunga The Fed ke September 2026
ILUSTRASI. USA-STOCKS/ (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Goldman Sachs menunda perkiraan waktu pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed). 

Lembaga keuangan ini kini memproyeksikan penurunan suku bunga baru akan terjadi pada September dan Desember 2026, mundur dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan pemangkasan pertama dimulai pada Juni.

Perubahan proyeksi ini dipicu meningkatnya risiko inflasi global seiring memanasnya konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak.

Dalam laporan riset terbarunya, Goldman Sachs menyebut pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin kemungkinan terjadi pada September, disusul penurunan serupa pada Desember.

Baca Juga: Goldman Sachs Tunda Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga The Fed ke September

“Pada September kami memperkirakan pelemahan pasar tenaga kerja akan mulai terlihat dan inflasi inti menunjukkan perbaikan, sehingga membuka ruang bagi pemangkasan suku bunga,” tulis Goldman Sachs dalam catatannya.

Ketegangan geopolitik yang meningkat membuat pasar keuangan global berada di bawah tekanan. Investor khawatir konflik di Timur Tengah dapat memicu lonjakan harga minyak, yang pada gilirannya memperbesar risiko inflasi dan menambah ketidakpastian prospek ekonomi global.

Meski demikian, Goldman Sachs tidak menutup kemungkinan pemangkasan suku bunga terjadi lebih cepat jika kondisi ekonomi memburuk lebih cepat dari perkiraan, khususnya jika pasar tenaga kerja AS melemah signifikan.

Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Februari yang relatif lemah juga memicu kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja mulai mendingin. Jika tren ini berlanjut bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, peluang pemangkasan suku bunga lebih awal bisa meningkat.

Namun Goldman menilai jika pelemahan ekonomi benar-benar terjadi, kekhawatiran terhadap inflasi akibat lonjakan harga minyak kemungkinan tidak akan menghalangi The Fed untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.

Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Institusi Keuangan Global Sulit Prediksi Arah Bunga The Fed

Di pasar keuangan, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 41% bagi The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.

Sementara itu, bank sentral AS diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada rapat kebijakan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Maret.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×