Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank investasi global merevisi proyeksi arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) seiring data terbaru yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif solid.
J.P. Morgan memperkirakan langkah berikutnya dari Federal Reserve (The Fed) justru berupa kenaikan suku bunga pada 2027, sementara Barclays dan Goldman Sachs menunda perkiraan pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua 2026.
J.P. Morgan mencabut proyeksi pemangkasan suku bunga pada Januari dan kini memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada kuartal III 2027. Macquarie juga mempertahankan pandangan serupa dengan memperkirakan kenaikan suku bunga pada kuartal IV 2026.
Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Institusi Keuangan Global Sulit Prediksi Arah Bunga The Fed
Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Desember melambat lebih dalam dari perkiraan.
Namun, tingkat pengangguran justru turun ke 4,4% dan pertumbuhan upah tetap kuat. Kondisi ini mengindikasikan pasar tenaga kerja belum melemah secara signifikan.
Situasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Januari. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang The Fed menahan suku bunga mencapai 95%, naik dari 86% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Dalam catatannya, J.P. Morgan menyebutkan bahwa peluang pelonggaran kebijakan masih terbuka jika pasar tenaga kerja kembali melemah atau inflasi turun tajam. Namun, bank tersebut menilai pasar tenaga kerja justru akan kembali mengetat pada kuartal II, sementara proses penurunan inflasi berlangsung secara bertahap.
Baca Juga: Goldman Sachs: Tekanan Politik ke Powell Tak Ubah Arah Suku Bunga The Fed
Goldman Sachs dan Barclays yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan suku bunga masing-masing pada Maret dan Juni, kini menggeser proyeksinya. Goldman memperkirakan penurunan suku bunga 25 basis poin pada September, sementara Barclays pada Desember, setelah pemangkasan pertama pada Juni.
Goldman juga menurunkan probabilitas resesi AS dalam 12 bulan ke depan menjadi 20% dari sebelumnya 30%. Menurut Goldman, jika pasar tenaga kerja stabil, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan beralih dari mode manajemen risiko ke arah normalisasi kebijakan.













