kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Ketidakpastian Tinggi, Institusi Keuangan Global Sulit Prediksi Arah Bunga The Fed


Senin, 12 Januari 2026 / 21:47 WIB
Ketidakpastian Tinggi, Institusi Keuangan Global Sulit Prediksi Arah Bunga The Fed
ILUSTRASI. J.P. Morgan memprediksi langkah The Fed selanjutnya adalah menaikkan suku bunga pada 2027 mendatang (KONTAN/The Fed)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve alias The Fed rupanya masih sulit diperkirakan. Institusi keuangan global membuat prediksi berbeda soal arah suku bunga The Fed.

Reuters melaporkan, J.P. Morgan memprediksi langkah The Fed selanjutnya adalah menaikkan suku bunga pada 2027 mendatang. Perusahaan keuangan ini memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga di kuartal ketiga 2027.

Sebelumnya, perusahaan keuangan ini memprediksi ada kenaikan suku bunga di Januari. Tapi prediksi tersebut ditarik.

Macquarie juga memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga. Lembaga keuangan ini memprediksi kenaikan suku bunga akan terjadi pada Desember 2026 mendatang.

Baca Juga: Trump Ancam Lakukan Intervensi, Iran Klaim Jalur Komunasi dengan AS Tetap Terbuka

Sementara Barclays Capital dan Goldman Sachs bergabung dengan Morgan Stanley, yang memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga.

Goldman Sachs dan Barclays sebelumnya memperkirakan pemotongan suku bunga pada Maret dan Juni. Kini kedua lembaga tersebut memperkirakan pemangkasan bunga 25 bps, masing-masing pada September dan Desember, setelah pemotongan pada Juni.

Sementara Morgan Stanley memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga pada Juni dan September. Sebelumnya, lembaga ini memprediksi pemangkasan suku bunga terjadi di Januari dan April.

Jadi, ketiga lembaga keuangan tersebut memprediksi penurunan suku bunga baru akan dilakukan di pertengahan 2026. Alasannya, data menunjukkan pasar tenaga kerja tidak memburuk dengan cepat.

Baca Juga: Goldman Sachs: Tekanan Politik ke Powell Tak Ubah Arah Suku Bunga The Fed

Data ketenagakerjaan yang dirilis pada Jumat (10/1/2026) lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Desember melambat lebih dari yang diperkirakan.

Namun, penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,4% dan pertumbuhan upah yang solid menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tidak memburuk dengan cepat.

Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan biaya pinjaman tidak berubah pada pertemuan Januari.

"Jika pasar tenaga kerja kembali melemah dalam beberapa bulan mendatang, atau jika inflasi turun secara signifikan, The Fed masih dapat melonggarkan kebijakan moneter di akhir tahun ini," kata J.P. Morgan dalam risetnya, dikutip Reuters, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Dolar AS dan Futures Saham AS Merosot, Ancaman Kriminal ke Ketua The Fed Bikin Geger

J.P. Morgan memperkirakan pasar tenaga kerja AS akan menjadi makin ketat pada kuartal kedua tahun ini. Selain itu, ada peluang terjadi proses disinflasi secara bertahap.

Sementara menurut CME FedWatch, para pelaku pasar bertaruh ada peluang 95% The Fed mempertahankan suku bunga di pertemuan Januari. Jumlah tebakan tersebut naik dari data sebelumnya, yakni 86%.

Sementara, Wells Fargo dan BofA Global Research sama-sama mempertahankan prediksi The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga pada Maret-Juni dan Juni-Juli.

Sementara itu, perseteruan antara Presiden Donald Trump dan Ketua Fed Jerome Powell semakin intensif, setelah Powell pada hari Minggu mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah mengancamnya dengan dakwaan pidana. Ini memicu kekhawatiran tentang independensi bank sentral.

Powell menyebut langkah ini hanya alasan untuk mempengaruhi keputusan terkait suku bunga. Sebagaimana diketahui, Trump menginginkan suku bunga dipangkas secara drastis.

Selanjutnya: Bermalam di IKN, Presiden Prabowo Tinjau Progres Ibu Kota Nusantara

Menarik Dibaca: 5 Efek Negatif Makanan Tinggi Gula untuk Kulit, Bikin Cepat Tua dan Jerawatan!




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×