Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kepala ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, menegaskan bahwa keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) akan tetap berlandaskan data ekonomi, meskipun Ketua The Fed Jerome Powell tengah menghadapi ancaman penyelidikan pidana.
Berbicara dalam ajang Goldman Sachs Global Strategy Conference 2026 pada Senin (12/1/2026), Hatzius mengakui bahwa isu hukum yang menimpa Powell berpotensi memperkuat kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump Pertimbangkan Opsi Militer terhadap Iran di Tengah Protes Nasional
“Jelas ada kekhawatiran yang meningkat bahwa independensi The Fed berada di bawah tekanan. Berita terbaru mengenai ancaman penyelidikan pidana terhadap Ketua Powell semakin mempertegas kekhawatiran tersebut,” ujar Hatzius.
Namun demikian, Hatzius menegaskan bahwa Powell akan tetap mengambil keputusan berdasarkan indikator ekonomi, bukan tekanan politik.
“Saya tidak meragukan bahwa dalam sisa masa jabatannya sebagai ketua, Powell akan membuat keputusan berdasarkan data ekonomi, bukan terpengaruh oleh tekanan eksternal, baik untuk memangkas suku bunga lebih dalam maupun menahan pelonggaran,” katanya.
Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap The Fed, termasuk dengan mengancam akan menjerat Powell secara pidana terkait pernyataannya di hadapan Kongres mengenai proyek renovasi gedung The Fed.
Baca Juga: Ray Dalio: Utang AS US$ 38 Triliun Dibayar Generasi Mendatang lewat Pelemahan Dolar
Powell menilai ancaman tersebut sebagai dalih untuk memperbesar pengaruh politik terhadap kebijakan suku bunga, seiring keinginan pemerintahan Trump agar The Fed memangkas suku bunga secara agresif.
Tekanan politik terhadap The Fed kembali menjadi sorotan pasar global, mengingat independensi bank sentral AS selama ini dipandang sebagai pilar utama stabilitas kebijakan moneter dan kredibilitas dolar AS.













